Arus Mudik Udara Ramai, Soetta Layani 5.825 Penerbangan dan 873 Ribu Penumpang
IDXChannel – Sebanyak 873.550 penumpang tercatat berangkat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada periode awal arus mudik Idulfitri 2026. Angka tersebut tercatat hingga Selasa (17/3/2026), sehari sebelum puncak arus mudik angkutan udara yang diperkirakan terjadi pada Rabu (18/3/2026).
Berdasarkan data Humas Bandara Soekarno-Hatta untuk periode 13–17 Maret 2026, jumlah penumpang yang dilayani bandara tersibuk di Indonesia tersebut melampaui target yang ditetapkan, yakni 831.664 penumpang.
Mobilitas penumpang tercatat selalu melampaui proyeksi setiap harinya. Puncak pergerakan terjadi pada Sabtu (14/3/2026) dengan realisasi mencapai 184.996 penumpang atau melampaui target 177.521 penumpang.
Tidak hanya jumlah penumpang, pergerakan penerbangan juga melampaui target operator bandara. Dalam periode yang sama, Bandara Soekarno-Hatta telah melayani 5.825 penerbangan dari target 5.749 penerbangan.
Adapun penerbangan tersibuk terjadi pada Selasa (17/3/2026) dengan total 1.195 penerbangan, lebih tinggi dari target 1.179 penerbangan.
Sementara itu, PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) memperkirakan puncak arus mudik angkutan udara di 37 bandara yang dikelolanya akan terjadi pada Rabu (18/3/2026). Pada hari tersebut, jumlah penumpang secara nasional diproyeksikan mencapai sekitar 570.000 orang dengan sekitar 4.000 penerbangan.
Dua bandara tersibuk di Indonesia, yakni Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, diperkirakan masing-masing melayani sekitar 187.000 penumpang dan 71.000 penumpang pada puncak arus mudik.
Direktur Utama InJourney Airports Mohammad R. Pahlevi mengatakan seluruh bandara telah disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan trafik, baik dari sisi operasional maupun pelayanan.
“Fasilitas dan personel di seluruh bandara kami optimalkan untuk memastikan keamanan, keselamatan dan kenyamanan pemudik pada puncak arus mudik,” ujar Pahlevi dalam keterangan resmi yang dikutip Jumat (20/3/2026).
Ia menjelaskan sejumlah titik penting di area keberangkatan menjadi fokus pengawasan, seperti security check point (SCP), layanan check-in, serta boarding lounge.
Operator bandara juga memastikan jumlah konter check-in memadai serta menyediakan fasilitas self check-in di sejumlah bandara untuk mempercepat proses keberangkatan penumpang.
Selain itu, pengaturan boarding lounge dan slot time penerbangan dilakukan untuk menjaga kelancaran alur keberangkatan serta menghindari penumpukan pergerakan pesawat.
Seluruh bandara yang dikelola InJourney Airports juga dioperasikan selama 24 jam guna mengakomodasi kemungkinan penerbangan tambahan (extra flight), penundaan penerbangan, maupun kebutuhan operasional lainnya selama periode angkutan Lebaran.
Melalui berbagai kesiapan tersebut, InJourney Airports berharap puncak arus mudik dapat berjalan lancar. Penumpang pun diimbau untuk tiba di bandara setidaknya tiga jam sebelum jadwal keberangkatan.
(Shifa Nurhaliza Putri)










