Perang Timur Tengah Jadi Penghambat Rencana OPEC+ Tambah Produksi Minyak

Perang Timur Tengah Jadi Penghambat Rencana OPEC+ Tambah Produksi Minyak

Ekonomi | idxchannel | Minggu, 5 April 2026 - 23:20
share

IDXChannel - OPEC+ disebut telah sepakat untuk menaikkan kuota produksi minyak sebesar 206 ribu barel per hari pada Mei 2026, menurut tiga sumber yang mengetahui pembicaraan kelompok tersebut.

Namun, kenaikan ini kemungkinan besar hanya akan "bersifat teoretis" karena anggota kunci belum mampu meningkatkan produksi imbas perang AS–Israel dengan Iran.

Melansir Reuters, Minggu (5/4/2026), perang telah secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur minyak paling penting di dunia sejak akhir Februari. Perang juga memangkas ekspor dari anggota OPEC+ seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak, yang sebelumnya merupakan negara dalam kelompok yang masih mampu meningkatkan produksi secara signifikan, bahkan sebelum konflik dimulai.

Anggota lain seperti Rusia juga tidak dapat meningkatkan produksi karena sanksi Barat, serta kerusakan infrastruktur akibat perang dengan Ukraina.

Di kawasan Teluk, kerusakan infrastruktur akibat serangan rudal dan drone juga cukup parah. Beberapa pejabat Teluk mengatakan bahwa diperlukan waktu berbulan-bulan untuk memulihkan operasi normal dan mencapai target produksi, bahkan jika perang berhenti dan Selat Hormuz dibuka kembali.

Iran, pada Sabtu mengatakan Irak dikecualikan dari pembatasan untuk melintas di jalur vital tersebut. Data pelayaran pada Minggu menunjukkan sebuah kapal tanker yang membawa minyak mentah Irak berhasil melewati selat itu. 

Meski demikian, masih harus dilihat apakah lebih banyak kapal akan berani mengambil risiko tersebut, kata seorang sumber yang dekat dengan isu ini.

Perang Menyebabkan Gangguan Pasokan Minyak Terburuk di Dunia

Pembicaraan OPEC+ pada Minggu dijadwalkan dimulai sekitar pukul 13.00 Waktu setempat, dengan pertemuan para menteri dalam Joint Ministerial Monitoring Committee (JMMC), yang sebenarnya tidak mengambil keputusan terkait kebijakan produksi.

Setelah itu, delapan anggota OPEC+ akan mengadakan pembicaraan terpisah setelah secara prinsip menyetujui kenaikan kuota produksi sebesar 206 ribu barel per hari untuk Mei. 

Angka ini sama dengan kenaikan yang diputuskan untuk April dalam pertemuan terakhir pada 1 Maret, tepat ketika perang mulai mengganggu aliran minyak.

Perang telah gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah diperkirakan telah menghilangkan sekitar 12–15 juta barel per hari, atau hingga 15 persen dari pasokan global.

Harga minyak mentah telah melonjak ke level tertinggi dalam empat tahun, mendekati USD120 per barel. Harga minyak bahkan bisa melonjak di atas USD150 per barel, rekor tertinggi sepanjang masa jika aliran melalui Selat Hormuz masih terganggu hingga pertengahan Mei, menurut JPMorgan.

Kenaikan kuota tersebut kemungkinan tidak akan berdampak langsung pada pasokan dalam waktu dekat, tetapi akan menjadi sinyal kesiapan untuk meningkatkan produksi setelah Selat Hormuz kembali dibuka, kata sumber OPEC+. 

Konsultan Energy Aspects menyebut kenaikan itu "bersifat di atas kertas" selama gangguan di selat tersebut masih berlangsung.

(NIA DEVIYANA)

Topik Menarik