Vietnam Naik Kelas ke Emerging Market FTSE, Akan Samai Status Indonesia
IDXChannel – FTSE Russell memastikan akan menaikkan status pasar saham Vietnam menjadi secondary emerging market dari frontier market mulai September 2026, menandai langkah yang telah lama dinantikan dan sekaligus menjadi sorotan bagi posisi Indonesia di indeks global.
FTSE Russell dalam tinjauan interim pada Selasa (8/4/2026) menyatakan Vietnam akan mulai dimasukkan ke dalam indeks saham globalnya secara bertahap mulai 21 September dan prosesnya berlangsung hingga 2027.
Keputusan ini diambil setelah regulator indeks menilai kemajuan Vietnam dalam membuka akses bagi broker global sudah memadai untuk mendukung replikasi indeks.
“FTSE Russell Index Governance Board menilai kemajuan implementasi model broker global telah memadai dan penting untuk mendukung replikasi indeks,” tulis FTSE Russell dalam pernyataannya, seperti dikutip Reuters.
Kenaikan status tersebut menempatkan Vietnam sejajar dengan pasar berkembang lain seperti India dan China, sekaligus membuka peluang masuknya fund pasif global ke saham-saham lokal Vietnam. Reformasi pasar yang pro-investor menjadi faktor utama di balik keputusan tersebut.
Secara kinerja, indeks utama Vietnam, VNINDEX, memang sempat melonjak sekitar 41 persen pada 2025, tertinggi dalam delapan tahun, seiring pertumbuhan ekonomi sekitar 8 persen.
Namun, pada 2026 indeks itu turun sekitar 6 persen akibat tekanan sentimen global, termasuk konflik di Timur Tengah.
Di sisi lain, FTSE Russell menegaskan status Indonesia sebagai secondary emerging market tetap tidak berubah dan belum masuk dalam watch list untuk perubahan klasifikasi.
Keputusan ini memberi sinyal stabil bagi pasar Indonesia, meski sebelumnya penyedia indeks lain, MSCI, sempat memperingatkan risiko penurunan peringkat akibat isu transparansi kepemilikan saham dan perdagangan.
FTSE Russell menyatakan akan terus memantau reformasi pasar Indonesia dan berinteraksi dengan pelaku pasar, serta akan mengonfirmasi perlakuan terhadap sekuritas Indonesia menjelang tinjauan indeks pada Juni mendatang.
Selain Vietnam dan Indonesia, FTSE Russell juga mempertahankan Mesir dalam watch list untuk potensi penurunan peringkat dan menurunkan status Nigeria menjadi frontier market. (Aldo Fernando)










