Pertamina Gaet CRecTech Singapura Garap Bisnis Biometanol di KEK Sei Mangkei

Pertamina Gaet CRecTech Singapura Garap Bisnis Biometanol di KEK Sei Mangkei

Terkini | idxchannel | Kamis, 9 April 2026 - 09:44
share

IDXChannel - Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan CRecTech Pte. Ltd. (CRecTech) terkait eksplorasi pengembangan fasilitas percontohan biogas ke biometanol di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei di Sumatera Utaara.

CRecTech Pte. Ltd. adalah perusahaan teknologi bersih berbasis di Singapura yang mengonversi gas berbasis karbon menjadi bahan kimia serta bahan bakar bernilai tinggi melalui teknologi katalitik CRecREF, dengan fokus mendukung dekarbonisasi dan pengembangan kimia hijau.

CEO Pertamina NRE John Anis mengatakan, penandatanganan MoU ini menjadi langkah strategis dalam mendorong pemanfaatan sumber daya energi terbarukan domestik secara lebih optimal, khususnya biogas yang memiliki potensi besar di Indonesia.

Inisiatif ini tidak hanya membuka peluang pengembangan bahan bakar hijau generasi berikutnya, tetapi juga menjadi tonggak bagi kebermanfaatan signifikan untuk Indonesia dalam rantai pasok energi bersih global.

Selain itu, pengembangan biometanol berpotensi mendukung dekarbonisasi sektor maritim sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi dari sumber daya lokal.

"Kolaborasi ini merupakan langkah konkret Pertamina NRE dalam mengakselerasi pemanfaatan biogas menjadi produk bernilai tambah tinggi seperti biometanol," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (9/4/2026).

Melalui kerja sama ini, Pertamina NRE dan CRecTech akan melakukan studi bersama untuk mengevaluasi kelayakan pengembangan fasilitas percontohan biogas ke biometanol di KEK Sei Mangkei. Jika hasil studi menunjukkan potensi yang positif, kolaborasi ini akan dilanjutkan dengan pemanfaatan teknologi katalitik CRecREF tm milik CRecTech pada Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Sei Mangkei.

CEO CrecTech Kang Hui Lim menyampaikan, teknologi CRecREF dirancang khusus untuk aplikasi seperti ini, yaitu mengonversi aliran biogas berkualitas rendah menjadi bahan kimia hijau bernilai tinggi langsung di lokasi produksi, tanpa kebutuhan investasi besar seperti pada pabrik metanol konvensional.

"Potensi biogas di Indonesia sangat besar, dan Pertamina NRE merupakan mitra yang tepat untuk mengubah keunggulan sumber daya tersebut menjadi pasokan biometanol yang bernilai komersial. Kami senang dapat meresmikan kolaborasi ini dan menantikan pembuktian potensi yang dapat diwujudkan di Sei Mangkei," kata dia.

MoU ini juga dilatarbelakangi oleh percepatan transisi global dari bahan bakar laut konvensional menuju alternatif yang lebih ramah lingkungan, khususnya di sektor pelayaran yang tengah bertransisi dari bahan bakar konvensional ke bahan bakar rendah karbon. 

Tak hanya itu, Indonesia sendiri memiliki potensi biogas yang signifikan, khususnya dari sektor kelapa sawit melalui pengolahan limbah cair pabrik kelapa sawit (Palm Oil Mill Effluent/POME). Pertamina NRE telah mengidentifikasi sejumlah lokasi dalam portofolionya, termasuk Sei Mangkei, yang memiliki ketersediaan bahan baku dalam skala besar.

(Dhera Arizona)

Topik Menarik