Menhub Prediksi Harga Tiket Pesawat Bisa Turun Dua Bulan Lagi

Menhub Prediksi Harga Tiket Pesawat Bisa Turun Dua Bulan Lagi

Terkini | idxchannel | Jum'at, 10 April 2026 - 07:40
share

IDXChannel - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memberikan sinyal harga tiket pesawat bisa turun jika dua bulan ke depan kondisi harga avtur mengalami penurunan.

Dia menilai arah konflik yang belakangan terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menuju pada genjatan senjata. Jika hal ini terjadi dan Iran membuka jalur distribusi minyak, maka diproyeksikan harga avtur juga ikut melandai.

"Kalau melihat penjelasan, itu kita cukup optimistis, apalagi arah perang ini tidak panjang sudah terlihat dengan adanya genjatan senjata. Mudah-mudahan dalam dua bulan ke depan bisa berakhir," ujarnya dalam media briefing di Jakarta, Kamis (9/4/2026) malam.

Dudy menuturkan, untuk menopang pendapatan maskapai di tengah kenaikan harga avtur saat ini, pemerintah telah mengambil kebijakan menaikkan fuel surcharge menjadi 38 persen, PPN DTP, hingga bea impor sparepart pesawat.

Namun, ketika harga avtur mulai turun di kemudian hari, maka fuel surcharge yang menjadi salah satu komponen pembentuk harga tiket bisa diturunkan. Sebab, saat ini pemerintah belum menetapkan tarif batas bawah/tarif batas atas (TBB/TBA) terbaru.

"Kalau harga avtur turun kita akan kembalikan lagi, karena fuel surcharge komponennya harga avtur, sehingga yang kita putar di sini. Ini kondisinya (harga avtur) bisa naik turun," kata Menhub.

"Avtur ini kan naik turunnya relatif cukup cepat, misal kemarin minyak sudah di bawah USD100, Sehingga kita berharap itu bisa kita turunkan," kata dia.

Menhub mengatakan, alasan utama pemerintah masih menahan kenaikan TBA adalah untuk menjaga daya beli masyarakat, di tengah tekanan ekonomi. Sehingga, penyesuaian harga tiket dilakukan dengan menaikkan fuel surcharge, tanpa penyesuaian TBA.

"Kita belum bicara TBA karena dari TBA itu biaya operasi paling tinggi adalah avtur, perawatan, dan sewa. Jadi komponen yang sangat berpengaruh, avtur dan maintenence, sudah difasilitasi pemerintah lewat fuel surcharge dan pembebasan bea impor," ujarnya. 

(Dhera Arizona)

Topik Menarik