Ekspor Tekstil Tembus USD11,98 Miliar di 2025, Mendag: Bukti Produk RI Berkualitas
IDXChannel - Kinerja ekspor industri tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso atau yang akrab disapa Busan, mengungkapkan nilai ekspor TPT nasional mencapai USD11,98 miliar dengan surplus sebesar USD2,81 miliar.
Menurut Busan, capaian tersebut mencerminkan kualitas produk tekstil Indonesia yang mampu bersaing di pasar global. Ia menilai kekuatan utama industri TPT nasional terletak pada ekosistemnya yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
“Ekosistem tekstil dan produk tekstil kita terlihat sangat bagus. Saya kira ekosistem (tekstil) kita paling lengkap mulai dari bahan baku, pabriknya, distribusinya, desainernya, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)-nya ada semua dan bisa berjalan dengan baik,” ujar Mendag dikutip Jumat (17/4/2026).
DAMRI Lepas Peserta Mudik Nyaman Bersama BUMN dan Danantara 2026, Pastikan Armada Laik Jalan
Ia menambahkan, kualitas produk yang baik menjadi kunci dalam menghadapi persaingan global sekaligus mengendalikan laju impor. Dengan daya saing yang kuat, industri tekstil dalam negeri diyakini mampu bersaing dengan produk asing, baik di pasar domestik maupun internasional.
Untuk memperkuat ekspor, Busan menekankan optimalisasi berbagai perjanjian dagang yang telah dimiliki Indonesia. Salah satu pasar utama yang terus dijaga adalah Amerika Serikat, yang mencatatkan nilai ekspor Indonesia sekitar USD30 miliar dengan surplus mencapai USD18,11 miliar pada 2025.
“Oleh karena itu, kita jaga dan optimalkan pasar AS,” ujarnya.
Mendag menambahkan, kondisi geopolitik saat ini memberikan tantangan dan dampak di berbagai sektor industri, termasuk tekstil. Meski demikian, ia menilai, pelaku industri tekstil nasional tetap menunjukkan ketahanan dan kemampuan untuk beradaptasi di tengah tantangan tersebut.
“Secara global semua sama-sama terkena imbas perang. Tapi, saya tanya (pelaku usaha) langsung tadi, teman-teman justru sanggup berdaya saing. Teman-teman sanggup berkompetisi dengan produk-produk asing karena ekosistem kita lebih lengkap dibanding negara lain,” kata dia.
(Febrina Ratna Iskana)










