LPEI Suntik Pendanaan Rp50 Miliar, Pabrik Mamin di Gresik Bisa Ekspor ke 55 Negara

LPEI Suntik Pendanaan Rp50 Miliar, Pabrik Mamin di Gresik Bisa Ekspor ke 55 Negara

Terkini | idxchannel | Jum'at, 17 April 2026 - 16:40
share

IDXChannel - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) menyuntikkan pendanaan Rp50 miliar hingga Rp100 miliar untuk modal ekspansi industri makanan dan minuman (mamin) di Jawa Timur yang berorientasi ekspor.

Salah satunya pabrik yang mendapatkan suntikan modal yaitu PT Mega Global Food Industri, yang merupakan pabrik besar industri mamin di Jatim. Total pinjaman mencapai USD3 juta atau setara Rp51,5 miliar yang berlangsung selama empat tahun.

Setelah mendapatkan pendanaan tersebut, Direktur Kokola Group Richard Cahyadi mengatakan akselerasi ekspor produk biskuit pabrikannya semakin menggeliat. Beberapa pasar ekspor yang eksisting di antaranya Jepang, Australia, Jepang, Korea, dan Filpina yang berkembang ke puluhan negara lain.

"Pertumbuhan (ekspor) kami consistently grow dari 10, 20, dan kemarin yang paling peak 28 persen. Sehingga pertumbuhannya itu dari customer yang exist juga makin besar, dan kami bisa dapat tambahan customer baru," kata Richard saat media briefing di pabrik Kokola, Gresik, Jumat (17/4/2026). 

Kredit yang disalurkan LPEI, kata Richard, dibagi beberapa terminal sesuai proses ekspor. Jika masih dalam tahap produksi, biasanya dana yang dikucurkan dialokasikan untuk menopang operasional pabrik dan daya produksi. Seterusnya, dana dipakai untuk rantai pasok ekspor ke negara tujuan.

“Kami sangat bersyukur atas dukungan pemerintah dari berbagai sisi, mulai dari LPEI. Pemerintah Provinsi Jawa Timur, hingga Bea Cukai. Berkat dukungan tersebut, saat ini kami telah berhasil menembus pasar ekspor ke 55 negara,” ujar Richard.

Dia menjelaskan bahwa kebutuhan akan biaya atau pembiayaan yang kompetitif menjadi faktor krusial dalam kegiatan ekspor. Dalam hal ini, program Penugasan Khusus Ekspor (PKE) dari LPEI berperan penting dalam memberikan pembiayaan, baik di awal maupun di akhir proses ekspor.

“Selain itu, adanya fasilitas penjaminan juga memberikan rasa aman bagi kami. Dengan dukungan tersebut, tim ekspor menjadi lebih percaya diri dan tidak ragu untuk memperluas pasar serta menembus pasar ekspor global,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pelaksana Bisnis II LPEI Sulaeman menjelaskan bahwa penugasan khusus ekspor merupakan program pemerintah yang dimandatkan kepada LPEI yang memiliki tujuan untuk mendorong industri strategis nasional dan UKM berdaya saing di pasar global serta menciptakan developmental impact.

“Dalam hal ini, PT Mega Global Food Industry merupakan salah satu pelaku usaha yang menerima manfaat PKE Trade Finance. LPEI mendukung proses transaksi ekspor melalui fasilitas pembiayaan pre dan postshipment, sehingga eksportir dapat menjaga arus kas perusahaan serta memperoleh modal kerja untuk produksi barang,” ujar Sulaeman.

Lebih lanjut, dia mengatakan Jatim merupakan provinsi dengan pabrik yang cukup masif melakukan ekspor dan menjadi debitur LPEI. Setidaknya 25 persen anggaran kredit LPEI terserap di provinsi ini.

"Nah kalau nilainya selama ini sudah mencapai sekitar Rp9 triliun totalnya. Jadi luar biasa Jawa Timur untuk memanfaatkan salah satu program pemerintah untuk pengembangan ekspor," katanya.

Adapun merujuk data Pemprov Jatim, industri makanan dan minuman menempati posisi teratas dalam soal ekspor. Jumlah ekspor bernilai hingga USD2,64 miliar pada 2025. 

(Febrina Ratna Iskana)

Topik Menarik