Superbank (SUPA) Perkuat Pertumbuhan Bisnis Pasca IPO

Superbank (SUPA) Perkuat Pertumbuhan Bisnis Pasca IPO

Terkini | idxchannel | Senin, 27 April 2026 - 14:54
share

IDXChannel – PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk pertama kalinya sejak resmi menjadi perusahaan publik pada Desember 2025. 

Presiden Direktur Superbank Tigor M. Siahaan mengatakan pelaksanaan RUPST ini menjadi tonggak penting bagi Superbank dalam melanjutkan momentum pertumbuhan yang kuat pasca IPO, sejalan dengan kinerja keuangan yang solid sepanjang 2025.

"Sebagaimana telah diumumkan sebelumnya, Superbank mencatatkan laba sebelum pajak sebesar Rp143,3 miliar pada tahun 2025, didukung oleh pertumbuhan Pendapatan Bunga Bersih sebesar 160 persen YoY menjadi Rp1,6 triliun serta ekspansi kredit yang tumbuh 50 persen YoY menjadi Rp9,6 triliun," katanya dikutip keterangan tertulis, Senin (27/4/2026).

Adapun Dana Pihak Ketiga (DPK) juga

meningkat sebesar 139 persen YoY menjadi Rp11,8 triliun, sementara total aset tumbuh 87 persen YoY menjadi Rp21,3 triliun, mencerminkan ekspansi bisnis yang sehat dan terukur.

“RUPST pertama kami sebagai perusahaan publik menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi tata kelola sekaligus melanjutkan pertumbuhan solid yang telah kami bangun," tuturnya.

Pencapaian kinerja di tahun 2025 mencerminkan keberhasilan strategi digital berbasis ekosistem yang perseroan jalankan secara disiplin, serta meningkatnya kepercayaan nasabah terhadap Superbank. 

"Ke depan, kami akan terus memperluas penetrasi layanan digital melalui kolaborasi strategis dalam ekosistem mulai dari OVO Nabung, Kartu Untung bersama KakaoBank, hingga integrasi pengajuan Pinjaman Atur Sendiri di Grab dan OVO untuk menghadirkan layanan keuangan yang semakin relevan dan mudah diakses," katanya.

Sejak peluncuran layanan digital pada Juni 2024, Superbank telah melayani lebih dari 6 juta nasabah dengan transaksi harian melampaui 1 juta transaksi, menunjukkan tingginya tingkat adopsi layanan dalam ekosistem digital yang terintegrasi.

Dalam RUPST ini, para pemegang saham memberikan keputusan atas seluruh agenda yang diajukan di dalam rapat. Adapun agenda-agenda yang menjadi pembahasan rapat

adalah sebagai berikut:

1. Persetujuan atas Laporan Tahunan Perseroan tahun buku 2025, termasuk.pengesahan Laporan Keuangan serta pemberian pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquit et decharge) kepada Direksi dan

Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan selama tahun buku 2025.

2. Penetapan penggunaan laba bersih Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025

3. Penunjukan Kantor Akuntan Publik untuk mengaudit laporan keuangan Perseroan tahun buku 2026 serta penetapan honorarium dan persyaratan lainnya.

4. Penetapan remunerasi bagi Dewan Komisaris serta gaji, tunjangan, dan bonus bagi Direksi Perseroan.

5. Laporan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) Perseroan.

Melalui agenda tersebut, Superbank menegaskan komitmennya terhadap transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola yang kuat sebagai perusahaan publik.

Sebagai bank yang kini berada dalam kategori KBMI 2 pasca IPO, Superbank akan terus fokus pada inovasi layanan digital, penguatan sinergi dalam ekosistem, serta penerapan manajemen risiko yang prudent guna menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan.

(kunthi fahmar sandy)

Topik Menarik