Saham-saham Teknologi Antariksa Ikut Meroket Usai IPO SpaceX

Saham-saham Teknologi Antariksa Ikut Meroket Usai IPO SpaceX

Ekonomi | idxchannel | Jum'at, 12 Juni 2026 - 13:28
share

IDXChannel - Saham-saham Asia yang memiliki eksposur terhadap teknologi antariksa dan roket ikut menguat pada Jumat (12/6/2026) setelah penawaran umum perdana (IPO) SpaceX yang sukses besar. Hal itu meningkatkan optimisme atas aliran modal yang lebih besar ke sektor ini.

Mitsubishi Electric Corp (TYO:6503) dan Mitsubishi Heavy Industries, Ltd. (TYO:7011) dari Jepang – keduanya memiliki kontrak dengan badan antariksa negara tersebut, masing-masing naik 1,7 persen dan 1,2 persen.

Produsen komponen mesin roket IHI Corp. (TYO:7013) naik 3,4 persen, operator satelit SKY Perfect JSAT Holdings Inc. (TYO:9412) melonjak 6,3 persen, sementara di antara saham-saham berkapitalisasi kecil, Astroscale naik 5,9 persen.

Pasar China memiliki konsentrasi terbesar saham-saham yang memiliki eksposur terhadap sektor antariksa. China Satellite Communications Co Ltd (SS:601698) naik 6,2 persen, sementara China Spacesat Co Ltd (SS:600118) naik 3,2 persen. Lens Technology Co Ltd (HK:6613), yang telah menyoroti peluang kuat di sektor antariksa sebagai pendorong pertumbuhan, naik 3 persen dalam perdagangan di Hong Kong.

Shenzhen Sunway Communication (SZ:300136), yang merupakan pemasok untuk unit satelit Starlink milik SpaceX, naik 2 persen, sementara Western Superconducting Tech Co Ltd (SS:688122), yang memasok logam khusus untuk roket, naik 3,1 persen.

Adapun SpaceX (NASDAQ:SPCX) mengatakan telah mengumpulkan USD75 miliar dengan valuasi USDD1,77 triliun pada IPO-nya pada Kamis kemarin, menandai debut pasar publik terbesar dalam sejarah AS. Saham perusahaan tersebut akan mulai diperdagangkan di Nasdaq pada Jumat.

Investor sebagian besar percaya pada janji-janji Elon Musk tentang pusat data kecerdasan buatan di luar angkasa dan misi roket ke Mars, dengan kapitalisasi pasar SpaceX diperkirakan sekitar 90 kali lipat dari pendapatan 2025.

Unit telekomunikasi satelitnya, Starlink, saat ini merupakan penghasil pendapatan terbesar perusahaan, sementara unit roket dan xAI-nya mencatatkan kerugian besar pada tahun lalu.

(Febrina Ratna Iskana)

Topik Menarik