Pembiayaan BNPL Melesat, Indodana Bidik Penambahan Nasabah di JFK 2026
IDXChannel – PT Indodana Multi Finance mencatat pertumbuhan kinerja yang solid dalam beberapa tahun terakhir, seiring dengan prospek industri buy now pay later (BNPL) yang masih bertumbuh.
Berdasarkan laporan keuangan audit, total aset Indodana meningkat hampir empat kali lipat dalam dua tahun terakhir. Nilainya naik dari Rp711 miliar pada 2023 menjadi Rp1,49 triliun pada 2024, sebelum kembali melonjak menjadi Rp2,83 triliun pada 2025.
Berdasarkan data pada laman perusahaan yang dikutip Selasa (16/6/2026), hingga 2025 Indodana telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp765 miliar kepada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) atau setara dengan 98,99 persen dari total piutang pembiayaan produktif.
Dengan ditopang kinerja yang bertumbuh dan prospek industri yang masih positif, Indodana memanfaatkan gelaran Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026 untuk memperluas basis nasabah dan meningkatkan volume transaksi.
Hasil Pro Futsal League Indonesia 2025-2026: Cosmo JNE vs Kuda Laut Nusantara Berakhir 4-4!
"Kami melihat antusiasme masyarakat terhadap Jakarta Fair sangat tinggi. Karena itu, kami hadir untuk memberikan alternatif pembayaran yang praktis sekaligus mendorong inklusi keuangan melalui layanan paylater yang bijak dan bertanggung jawab. Masyarakat dapat menikmati seluruh pengalaman tersebut dengan lebih nyaman, aman, fleksibel dan menguntungkan. Melalui dukungan lebih dari 60 merchant partner dan berbagai promo yang kami hadirkan," ujar Direktur Indodana Multi Finance Iwan Dewanto kepada media, Senin (15/6/2026).
Melalui strategi tersebut, Indodana berharap dapat memperkuat posisinya di industri pembiayaan digital sekaligus menangkap peluang pertumbuhan dari meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap solusi pembayaran yang fleksibel.
Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran pembiayaan BNPL oleh perusahaan pembiayaan mencapai Rp12,93 triliun per April 2026, tumbuh 56,92 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).
Iwan juga menegaskan bahwa pertumbuhan pembiayaan BNPL masih menunjukkan tren yang kuat. "Jika dilihat dari pertumbuhan bisnis di industri pembayaran, adapun BNPL perusahaan pembiayaan tumbuh 56,92 secara year on year. Kualitasnya juga terjaga," jelasnya.
Sebelumnya, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pembiayaan BNPL perusahaan pembiayaan tercatat sebesar Rp12,81 triliun pada Maret 2026 atau tumbuh 55,85 persen YoY, sedangkan pada Februari 2026 mencapai Rp12,59 triliun dengan pertumbuhan 53,53 persen YoY.
Di sisi lain, OJK mencatat tingkat non-performing financing (NPF) gross BNPL sebesar 2,99 persen per April 2026, meningkat dibandingkan posisi 2,51 persen pada Maret 2026. Data tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan industri tetap perlu diimbangi dengan pengelolaan risiko dan penerapan prinsip kehati-hatian.
(Shifa Nurhaliza Putri)










