Tren Karhutla Saat El Nino Menurun, Menhut Tegaskan Tetap Waspada

Tren Karhutla Saat El Nino Menurun, Menhut Tegaskan Tetap Waspada

Terkini | idxchannel | Kamis, 18 Juni 2026 - 23:14
share

IDXChannel - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyebut kemampuan Indonesia mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus menunjukkan perbaikan dalam beberapa siklus El Nino terakhir.

Kendati demikian, data ini tidak boleh menjadikan Indonesia lengah karena ancaman karhutla pada periode El Nino 2026-2027 masih cukup besar.

Menhut menjelaskan, luas Karhutla saat El Nino terus menunjukkan tren penurunan. Pada El Nino 2015, luas karhutla tercatat sekitar 2,61 juta hektare, turun menjadi 1,64 juta hektare pada 2019, dan kembali menurun menjadi sekitar 1,16 juta hektare pada 2023.

“Jika kita melihat perjalanan penanganan kebakaran hutan dan lahan dalam beberapa siklus El Nino terakhir, ada satu hal yang patut kita syukuri, kemampuan kita dalam mengendalikan karhutla terus menunjukkan perbaikan,” kata Menhut dalam Rapat Koordinasi Khusus Pengendalian Karhutla Tahun 2026 di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Dalam dua siklus El Nino terakhir, luas karhutla berhasil ditekan hingga 55,6 persen dibandingkan kondisi tahun 2015. Menurut dia, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi yang kuat antar berbagai pihak, mulai dari BMKG, BNPB, TNI-Polri, pemerintah daerah, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, hingga seluruh masyarakat.

“Karhutla bukan semata persoalan kehutanan, bukan semata persoalan lingkungan hidup, dan bukan hanya persoalan daerah tertentu. Karhutla adalah masalah bersama yang dampaknya dirasakan oleh seluruh bangsa,” ujarnya.

Meski grafik karhutla pada siklus El Nino menunjukkan tren menurun, Menhut mengingatkan bahwa kewaspadaan harus tetap ditingkatkan. Hingga Mei 2026, luas karhutla tercatat sekitar 81 ribu hektare atau meningkat dibandingkan periode yang sama saat El Nino 2019 maupun 2023. 

Selain itu, BMKG memprediksi musim kemarau tahun ini datang lebih awal, berlangsung lebih lama, dan lebih kering dengan puncak kemarau pada Juli hingga September.

"Kita melakukan antisipasi yang dilakukan dengan kepala daerah melalukuan OMC dan membuat sekat kanal, kalau semua stakeholder masih bekerja dengan baik juga dengan peran TNI Polri serta partisipasi masyarakat, tentunya kita akan bisa memenangkan pertarungan melawan karhutla ini,” katanya.

(Nur Ichsan Yuniarto)

Topik Menarik