Prabowo Perintahkan Tata Ulang Kawasan GBK, Bakal Jadi Ikon Baru Berkelas Dunia

Prabowo Perintahkan Tata Ulang Kawasan GBK, Bakal Jadi Ikon Baru Berkelas Dunia

Terkini | idxchannel | Senin, 22 Juni 2026 - 20:24
share

IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan jajarannya untuk mengembangkan kawasan Gelora Bung Karno (GBK) secara menyeluruh usai mengambil alih Hotel Sultan. Kawasan di pusat Jakarta ini nantinya menjadi ikon baru Indonesia dengan standar global.

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (22/6/2026). Selain Rosan, sejumlah menteri Kabinet Merah Putih juga dipanggil Kepala Negara.

Pertemuan tersebut membahas langkah strategis pengembangan sektor pariwisata nasional, termasuk rencana transformasi kawasan Gelora Bung Karno (GBK) menjadi ikon baru Indonesia. Prabowo mengarahkan agar pengembangan kawasan GBK dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi guna menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jakarta. 

Menurut Rosan, pengembangan tersebut tidak hanya mencakup revitalisasi Hotel Sultan, tetapi juga penataan ulang seluruh kawasan GBK yang memiliki luas sekitar 200 hektare (ha).

“Ya rencananya itu akan dijadikan ikon baru di Indonesia. Nanti akan diubah secara komprehensif untuk tidak hanya di daerah GBK ini, tapi juga secara keseluruhan akan didesain ulang dari termasuk lapangan golf sampai juga dengan area GBK yang kurang lebih itu luasnya 200 ha,” ujar Rosan dalam keterangannya kepada awak media usai rapat.

Dia menjelaskan, pengelolaan kawasan GBK nantinya dapat melibatkan sejumlah entitas milik negara, seperti InJourney dan The Meru yang akan mengelola Sultan Hotel. Keterlibatan ini dialkukan setelah seluruh proses administrasi yang dikoordinasikan oleh Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) selesai.
 
Meski begitu, Rosan menegaskan bahwa konsep akhir pengembangan kawasan masih terus dimatangkan. Dia memastikan fungsi perhotelan tetap akan menjadi bagian dari kawasan tersebut, meskipun nantinya dikembangkan dengan pendekatan yang lebih komprehensif.

“Nanti di antaranya pastinya ada hotel juga ya, dan tidak satu (hotel). Tapi pesan Bapak Presiden ini dijadikan ikon baru untuk Indonesia, sehingga perencanaannya itu harus dilakukan secara komprehensif dan memberikan dampak yang nyata kepada perekonomian dan juga paling-paling penting kepada rakyat Indonesia,” tuturnya.

Rosan menambahkan, pengembangan kawasan GBK juga berpotensi memperkuat sektor pariwisata berbasis olahraga (sport tourism). Menurutnya, seluruh fasilitas di kawasan tersebut akan ditingkatkan agar memenuhi standar internasional.

“GBK ya tetap ada GBK-nya, tapi semuanya akan kita tingkatkan, kita sempurnakan menjadi standar internasional atau world class standard, sehingga ini juga bisa memberikan satu sentral ekonomi baru di Jakarta,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rosan mengatakan bahwa pengembangan kawasan GBK merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo untuk mendorong sektor pariwisata sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. Pemerintah, kata dia, akan memetakan dan memprioritaskan destinasi wisata yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara terintegrasi.

Menurutnya, pengembangan pariwisata tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah wisatawan, tetapi juga pada kualitas pengalaman wisata dan peningkatan nilai belanja wisatawan. 

“Jadi kita bisa mengambil semua lapisan dari pariwisata yang lebih mass market (masyarakat umum), tapi juga yang high end (kelas atas) atau yang lebih ke experience (mencari pengalaman),” pungkasnya.

(Rahmat Fiansyah)

Topik Menarik