Pemerintah Diminta Evaluasi Kebijakan HGBT, Lima Hal Ini Perlu Dilakukan
IDXChannel - Pengeluaran industri untuk belanja gas relatif lebih kecil dalam struktur biaya produksi perusahaan. Porsi biaya gas dalam struktur biaya input produksi industri oleokimia, industri sarung tangan karet, dan industri kaca masing-masing sekitar 3,30 persen, 7-14 persen, dan 16 persen.
Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro mengatakan, komponen terbesar dalam struktur biaya produksi sektor industri adalah bahan baku dan penolong yaitu antara 64,60-96,76 persen, tergantung jenis industrinya.
Dia menilai, peningkatan daya saing industri bukan hanya dilakukan dengan menurunkan harga gas yang disubsidi oleh pemerintah lewat program Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT). Namun, melalui pemberian insentif pajak langsung akan lebih efektif dan sekaligus menghilangkan dampak negatif yang tidak perlu.
"Pemberian insentif pajak secara langsung terbukti telah mampu menjaga dan meningkatkan kinerja dan daya saing industri nasional pada periode sebelum, selama, dan pasca (pemulihan) pandemi Covid-19," ujar Komaidi dalam keterangan resmi, Senin (29/6/2026).
Komaidi menerangkan, pemberian harga gas murah HGBT akan memberatkan fiskal negara ketika harga gas dunia mengalami kenaikan seperti saat ini. Harga LNG dunia, yang menjadi salah satu basis HGBT, misalnya, saat ini mengalami kenaikan sekitar 60 persen akibat konflik geopolitik di Timur Tengah yang berlangsung.
Konflik di wilayah Timur Tengah telah menyebabkan impor LNG Kawasan Asia mengalami penurunan terdalam selama lebih dari tiga tahun terakhir akibat terganggunya rantai pasok. Perang Iran dan Israel/AS telah menyebabkan harga energi, termasuk harga LNG meningkat signifikan. Bahkan, harga acuan LNG Japan Korea Marker (JKM) tercatat mengalami peningkatan lebih dari 60 persen.
Berdasarkan data, kata dia, saat ini harga gas yang berbasis LNG untuk industri di Filipina sekitar USD28,50/MMBTU; Vietnam USD27,81/MMBTU; sementara Singapura berada pada rentang USD40–48/MMBTU.
Pasca terjadinya konflik Timur Tengah dan harga gas global meningkat, harga gas industri non-HGBT yang berbasis LNG dilakukan penyesuaian dari USD14,9/MMBTU menjadi USD21–25/MMBTU.
"Terkait peningkatan harga LNG, harga gas sektor industri yang dipenuhi oleh pemasok utama yaitu PGN kemungkinan perlu dilakukan penyesuaian," ujar Komaidi.
Mencermati kondisi tersebut, Komaidi memandang perlu dilakukan beberapa upaya perbaikan dalam kebijakan harga gas nasional di antaranya yakni menambah pasokan gas pipa untuk mengurangi volume penggunaan LNG, melakukan evaluasi skala prioritas dalam alokasi penggunaan gas domestik, dan melakukan evaluasi dan rekonsiliasi alokasi HGBT agar lebih tepat sasaran.
Selanjutnya, memberikan fleksibilitas kepada industri untuk menyesuaikan kebutuhan perusahaan dalam beberapa bulan ke depan sampai harga LNG kembali normal, dan terakhir menyesuaikan harga LNG ketika harga gas sumber (hulu) turun, sehingga manfaat penurunan harga dapat diteruskan kepada sektor industri pengguna gas.
(Dhera Arizona)










