Pengelolaan APBN 2025 Diklaim Berhasil Turunkan Pengangguran dan Kemiskinan
IDXChannel - Pemerintah mengeklaim pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025 berhasil memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat. Hal itu ditunjukkan dengan menurunnya tingkat pengangguran dan angka kemiskinan di tengah kondisi ekonomi global yang masih penuh tantangan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan, pelaksanaan APBN 2025 mampu menjalankan fungsi fiskalnya secara efektif sebagai instrumen untuk menjaga stabilitas ekonomi, melindungi masyarakat, sekaligus mendukung keberlanjutan pembangunan nasional.
Dia menjabarkan, tingkat pengangguran tercatat turun menjadi 4,85 persen pada Agustus 2025 dari 4,91 persen pada Agustus 2024. Sementara itu, tingkat kemiskinan juga menurun dari 8,57 persen pada September 2024 menjadi 8,25 persen pada September 2025.
"Capaian ini menunjukkan konsistensi dalam memperkuat transparansi dan akuntabilitas fiskal dari waktu ke waktu. Meskipun demikian, capaian tersebut bukanlah tujuan akhir, tetapi menjadi landasan untuk terus mendorong perbaikan tata kelola yang berkelanjutan," kata Purbaya dalam Rapat Paripurna di Kompleks DPR RI, Kamis (2/7/2026).
Pemerintah menilai capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai stimulus ekonomi yang digelontorkan sepanjang 2025 dengan total nilai Rp110,7 triliun. Paket kebijakan tersebut diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat, mendorong konsumsi domestik, memperkuat sektor riil melalui dukungan kepada UMKM dan sektor padat karya, mendukung sektor perumahan, program magang, pemberian diskon tiket pada masa liburan, hingga pemberdayaan generasi muda.
Selain memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat, APBN 2025 juga dinilai mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah meningkatnya risiko global akibat fragmentasi perdagangan dan tensi geopolitik. Sepanjang 2025, ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen secara tahunan, ditopang konsumsi rumah tangga yang tumbuh 4,98 persen, investasi yang tetap meningkat, serta inflasi yang terjaga di level 2,92 persen.
Purbaya mengatakan capaian tersebut mencerminkan ketahanan fundamental ekonomi Indonesia sekaligus menunjukkan efektivitas bauran kebijakan pemerintah. APBN, kata dia, berfungsi sebagai shock absorber untuk melindungi masyarakat, menjaga stabilitas ekonomi, dan mendukung agenda pembangunan nasional.
Dari sisi fiskal, realisasi pendapatan negara pada 2025 mencapai Rp2.765,13 triliun, sedangkan belanja negara sebesar Rp3.435,46 triliun. Defisit APBN tetap terkendali di level 2,81 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) atau Rp670,34 triliun.
(NIA DEVIYANA)










