Maskapai Diminta Kaji Konsep Bagasi Berdasarkan Jumlah Koper, Begini Keunggulannya

Maskapai Diminta Kaji Konsep Bagasi Berdasarkan Jumlah Koper, Begini Keunggulannya

Terkini | idxchannel | Selasa, 7 Juli 2026 - 15:34
share

IDXChannel – Wacana penerapan konsep bagasi pesawat berdasarkan jumlah koper (piece concept) mulai mengemuka dan dinilai layak dikaji oleh industri penerbangan nasional. Kebijakan tersebut dinilai dapat menjadi alternatif untuk menyesuaikan layanan maskapai dengan perubahan pola perjalanan masyarakat.

Ketua Umum Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Rusmiati mengatakan, konsep one piece baggage allowance atau pengaturan bagasi berdasarkan jumlah koper merupakan salah satu opsi yang patut dipertimbangkan maskapai. Sebab, kebijakan tersebut berpotensi memberikan kemudahan bagi penumpang, khususnya mereka yang melakukan perjalanan jarak jauh atau berlibur dalam durasi lebih lama.

"Kami melihat hal tersebut jadi salah satu opsi kebijakan bagasi yang mungkin dapat dipertimbangkan oleh maskapai, selama implementasinya mampu menjawab kebutuhan penumpang, khususnya mereka yang melakukan perjalanan jarak jauh atau berlibur dalam durasi yang lebih panjang," kata Rusmiati di Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Meski demikian, dia mengingatkan, penerapan skema tersebut perlu mempertimbangkan berbagai aspek operasional maskapai, mulai dari konsumsi bahan bakar hingga efisiensi biaya. Faktor-faktor tersebut menjadi pertimbangan penting sebelum kebijakan baru diterapkan.

Asita, ujar Rusmiati, mendukung setiap upaya peningkatan kualitas layanan penerbangan selama tetap mengedepankan aspek keselamatan dan keberlanjutan industri.

Sementara itu, Pengamat Transportasi Udara Gatot Raharjo menilai skema bagasi berbasis jumlah koper layak menjadi salah satu alternatif yang dikaji industri penerbangan nasional. Menurutnya, perkembangan tren perjalanan membuat pendekatan bagasi berbasis total berat tidak selalu menjadi pilihan yang paling relevan bagi seluruh segmen penumpang.

"Kalau kita melihat tren global, pengaturan bagasi di industri penerbangan memang tidak lagi hanya bicara soal berapa kilogram yang boleh dibawa. Di sejumlah maskapai internasional, pendekatan piece concept telah diterapkan sebagai salah satu skema pengaturan bagasi," ujarnya.

Gatot menjelaskan, konsep tersebut memberikan kepastian kepada penumpang mengenai jumlah koper yang dapat dibawa dengan batas berat tertentu pada setiap koper. Skema ini dinilai lebih sederhana dan mudah dipahami dibandingkan sistem yang hanya mengatur total berat bagasi.

Menurutnya, penerapan piece concept juga berpotensi meningkatkan pengalaman penumpang karena dapat mengurangi kebingungan saat proses check-in. Selain itu, dari sisi maskapai, jumlah dan berat koper yang lebih terukur dapat membantu standarisasi proses operasional, mulai dari pemilahan bagasi, proses pemuatan ke pesawat, hingga penanganan oleh petugas ground handling.

"Ini menjadi salah satu opsi yang layak dikaji, baik dari sisi pelayanan kepada penumpang maupun efisiensi operasional maskapai," kata Gatot.

(Dhera Arizona)

Topik Menarik