Purbaya Optimistis Outlook Defisit APBN Akhir Tahun Terjaga di Level 2,85 Persen

Purbaya Optimistis Outlook Defisit APBN Akhir Tahun Terjaga di Level 2,85 Persen

Terkini | idxchannel | Selasa, 7 Juli 2026 - 17:04
share

IDXChannel – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 hingga akhir tahun tetap terjaga di level 2,85 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sejalan dengan proyeksi pemerintah di tengah dinamika ekonomi global.

Menurut Purbaya, masih terdapat ruang agar realisasi defisit menjadi lebih rendah dari proyeksi tersebut. Peluang itu didukung oleh potensi penurunan harga minyak dunia serta peningkatan penerimaan negara melalui optimalisasi sektor perpajakan dan kepabeanan.

"Yang jelas, semuanya sudah dihitung sampai akhir tahun. Defisitnya hanya 2,85 persen dengan kondisi seperti sekarang. Tapi nanti kalau harga minyak dunia turun lebih sedikit," ujar Purbaya usai rapat kerja bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Selasa (7/7/2026).

Ia menambahkan, percepatan reformasi birokrasi dan perbaikan tata kelola di Direktorat Jenderal Pajak maupun Direktorat Jenderal Bea dan Cukai akan menjadi faktor penting dalam meningkatkan pendapatan negara. Upaya tersebut diharapkan berjalan seiring dengan pemulihan ekonomi domestik sesuai proyeksi pemerintah.

"Terus juga nanti saya berhasil lebih bagus memperbaiki pajak dan bea cukai, dan ekonomi membaik sesuai dengan prediksi kita. Ada kemungkinan besar pendapatan pajak kita akan meningkat dan kondisi anggaran kita akan semakin membaik," katanya.

Dalam outlook APBN 2026, pemerintah memperkirakan pendapatan negara mencapai Rp3.208,1 triliun atau 101,7 persen dari target APBN. Sementara itu, belanja negara diproyeksikan sebesar Rp3.942,4 triliun atau 102,6 persen dari pagu yang telah ditetapkan.

Dengan proyeksi tersebut, defisit APBN diperkirakan mencapai Rp734,3 triliun atau setara 2,85 persen terhadap PDB. Kebutuhan pembiayaan anggaran juga diproyeksikan sebesar Rp734,3 triliun.

Purbaya memastikan belanja negara tetap diarahkan untuk mendukung berbagai program prioritas pemerintah, antara lain Program Makan Bergizi Gratis (MBG), revitalisasi sekolah, Cek Kesehatan Gratis, Sekolah Rakyat, serta Koperasi Desa Merah Putih.

Sementara itu, kinerja APBN hingga Semester I 2026 menunjukkan kondisi yang tetap terjaga. Pendapatan negara mencapai Rp1.459,4 triliun atau 46,3 persen dari target APBN, tumbuh 21,4 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Realisasi tersebut terdiri atas penerimaan perpajakan sebesar Rp1.187,8 triliun dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp271 triliun.

Di sisi belanja, realisasinya mencapai Rp1.656 triliun atau 43,1 persen dari pagu APBN, meningkat 17,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Belanja tersebut digunakan untuk mendukung Program MBG, bantuan sosial, pembangunan infrastruktur, subsidi dan kompensasi, serta transfer ke daerah (TKD).

Dengan realisasi pendapatan dan belanja tersebut, defisit APBN hingga Semester I 2026 tercatat sebesar Rp196,5 triliun atau setara 0,76 persen terhadap PDB. Pemerintah menilai capaian tersebut masih berada dalam jalur yang aman untuk mencapai target defisit APBN hingga akhir tahun.

(Shifa Nurhaliza Putri)

Topik Menarik