Defisit Dagang AS Naik Jadi Rp1.400 Triliun pada Mei, Didorong Impor AI

Defisit Dagang AS Naik Jadi Rp1.400 Triliun pada Mei, Didorong Impor AI

Terkini | idxchannel | Rabu, 8 Juli 2026 - 15:00
share

IDXChannel - Defisit perdagangan Amerika Serikat (AS) melonjak menjadi USD77,6 miliar atau sekitar Rp1.400 triliun pada Mei 2026.

Dilansir dari Al Jazeera pada Rabu (8/7/2026), lonjkaan ini disebabkan oleh meningkatnya impor, yang didorong oleh produk farmasi, telepon seluler, dan chip semikonduktor.

Impor naik 3,3 persen dari April menjadi USD395,3 miliar, sementara ekspor turun 3,2 persen menjadi USD317,7 miliar.

Defisit perdagangan tumbuh sebesar 42,2 persen dari bulan sebelumnya, lonjakan terbesar dalam setahun terakhir

Lonjakan ini terjadi di tengah booming pengeluaran kecerdasan buatan di seluruh perekonomian. Secara khusus, impor chip semikonduktor melonjak sebesar USD1,2 miliar.

Di sektor minyak dan gas, impor minyak bumi melonjak ke level tertinggi sepanjang sejarah meskipun terjadi perang AS-Israel terhadap Iran. Impor minyak mentah meningkat sebesar USD1,5 miliar.

Impor suku cadang dan mesin otomotif melonjak sebesar USD2,2 miliar.  Impor mobil penumpang khususnya meningkat sebesar USD1 miliar. Peningkatan ini terjadi karena para produsen mobil berupaya memindahkan produksi ke AS di tengah meningkatnya tekanan dari tarif.

Toyota mengumumkan akan menginvestasikan USD3,6 miliar untuk memperluas produksi mobilnya di AS. Produsen mobil Jepang itu mengatakan akan memindahkan produksi truk pikap Tacoma ke pabrik di San Antonio, Texas, pada 2030.

Menurut data tersebut, AS bulan lalu mencatatkan defisit perdagangan terbesar dengan Vietnam (USD20,6 miliar), Meksiko (USD20,1 miliar), Taiwan (USD19,4 miliar), China (USD14,5 miliar), dan Uni Eropa (USD9,3 miliar), sementara surplus perdagangan terbesarnya adalah dengan Belanda (USD9,1 miliar), Hong Kong (USD5,6 miliar), Amerika Selatan dan Tengah (USD4,8 miliar), Australia (USD1,9 miliar), dan Inggris Raya (USD1,4 miliar). (Wahyu Dwi Anggoro)

Topik Menarik