Dorong UMKM Naik Kelas, AI Dimanfaatkan untuk Pemasaran hingga Hitung Margin
IDXChannel - Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mulai memiliki lebih banyak pilihan untuk memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam menjalankan bisnis. Teknologi ini dapat digunakan untuk membantu berbagai pekerjaan, mulai dari pemasaran, pembuatan konten hingga pengelolaan biaya usaha.
Founder & Chief Strategy Officer UMKMall, Dr. Suparno Adijanto, mengatakan kebutuhan terhadap teknologi semakin relevan di tengah berbagai tekanan yang dihadapi pelaku usaha kecil, seperti kenaikan biaya operasional, persaingan pasar dan ketidakpastian ekonomi.
Ia menegaskan bahwa pelaku UMKM saat ini menghadapi berbagai tekanan, mulai dari ketidakpastian ekonomi, efisiensi rantai pasok, kenaikan biaya operasional hingga persaingan pasar yang semakin ketat.
“Melihat kebutuhan tersebut, UMKMall resmi meluncurkan Teman AI, asisten berbasis AI yang dirancang khusus untuk segmen UMKM. Di saat seperti ini, UMKM sering kali berjuang sendirian. Oleh karena itu, visi kami berfokus penuh pada penguatan daya tahan dan daya saing pelaku UMKM agar dapat bertransformasi,” ujar Suparno, pada Rabu (2/9/2026).
Head of Marketing & Growth UMKMall, Shinta Mariani, mengatakan UMKMall menyebut saat ini memiliki jaringan lebih dari 45.000 pelaku UMKM. Dari sisi sektor usaha, UMKMall melihat industri makanan dan minuman (food and beverage/F&B) sebagai salah satu segmen yang akan menjadi fokus pengembangan.
COO UMKMall, Andy Marsden mengatakan sekitar 80 persen basis komunitas UMKMall bergerak di sektor tersebut.
"Fokus utama kami adalah industri makanan dan minuman (F&B). Mengingat sekitar 80 persen basis komunitas kami bergerak di bidang tersebut, komitmen kami adalah meningkatkan kualitas hidup serta profitabilitas mereka secara berkelanjutan melalui pelatihan intensif, pendampingan legalitas, dan standarisasi finansial agar siap memenuhi kriteria lembaga pembiayaan," ungkap Andy.
Andy mengatakan pengembangan bisnis UMKMall dalam tiga tahun ke depan akan dilakukan bertahap. "Dalam jangka panjang, perusahaan ingin memperkuat hubungan antara UMKM dan lembaga keuangan untuk membuka peluang akses pembiayaan," lanjutnya.
Pansus 17 Matangkan Dasar Hukum Proyek Multiyears RSUD dan Gedung Inspektorat Kota Bandung
Bagi pelaku usaha, pemanfaatan AI dapat diarahkan untuk pekerjaan yang bersifat operasional dan repetitif, seperti membuat materi pemasaran, mengembangkan ide produk, menganalisis biaya, menghitung margin hingga membantu menyusun strategi penjualan.
(Shifa Nurhaliza Putri)










