Basarnas Ungkap 6 Kendala Proses Evakuasi Korban KM Virgo Transport 8

Basarnas Ungkap 6 Kendala Proses Evakuasi Korban KM Virgo Transport 8

Terkini | idxchannel | Senin, 28 September 2026 - 10:42
share

IDXChannel—Tim SAR gabungan masih berupaya mengevakuasi korban KM Virgo Transport 8 di dasar Laut Jawa. Basarnas mengungkap sedikitnya enam kendala yang membuat tim penyelam tidak bisa masuk ke seluruh bagian kapal yang terbalik.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, mengatakan salah satu risiko terbesar berasal dari kondisi badan kapal yang terus mengalami perubahan kemiringan.

"Masih terjadi perubahan trim atau derajat kemiringan pada kapal. Jadi, kapal ini terus berubah kemiringannya dan berisiko tinggi bagi penyelam apabila sewaktu-waktu stabilitasnya tiba-tiba berubah total. Nah, ini pasti keselamatan penyelam terancam," katanya, dikutip Senin (28/9/2026).

Kondisi tersebut membuat penyelam harus ekstra berhati-hati ketika memasuki badan kapal. Sebab, perubahan stabilitas kapal dapat terjadi sewaktu-waktu dan membahayakan keselamatan mereka.

Tak hanya kemiringan kapal, struktur di bagian dalam juga menjadi persoalan. Menurut Sudayana, ketika penyelam mencoba masuk hingga sekitar 15 meter ke dalam kapal, kondisi stabilitas kembali berubah.

Persoalan lain adalah jarak pandang yang sangat terbatas. Sedimen dan lumpur yang mulai masuk ke dalam badan kapal membuat penyelam kesulitan melihat kondisi di sekitarnya.

Situasi tersebut semakin berisiko karena terdapat benda-benda tajam di dalam kapal. Dengan visibility yang rendah, benda tersebut berpotensi melukai penyelam saat proses pencarian berlangsung.

Risiko lain berasal dari bahan kimia yang diduga muncul akibat tumpahan minyak atau BBM dari kendaraan yang berada di dalam kapal.

"Di sana ada kendaraan. Nah, kendaraan-kendaraan ini sudah…BBM-nya sudah mulai ada yang keluar. Inilah yang juga menimbulkan risiko bagi keselamatan penyelam. Tidak berani untuk melaksanakan penyelaman di area-area yang memang sudah mengeluarkan chemical," ujarnya.

Selain itu, tim juga menghadapi persoalan gas density di kedalaman sekitar 27 meter. Kondisi tersebut membuat waktu penyelam berada di dalam air harus dibatasi.

"Misalnya, menggunakan dua tabung atau satu tabung tidak bisa maksimal untuk digunakan, hanya paling lama itu bisa 20 menit, ya. Karena pengaruh gas atau apa namanya ini, gas density yang disampaikan oleh OSC selam ya," imbuhnya.

Berbagai kendala tersebut akhirnya membuat penyelam belum dapat menjangkau seluruh bagian kapal.

"Sehingga tidak bisa semua kompartemen yang ada di kapal itu dimasuki, karena alasan-alasan ini ya," jelas dia.

Sebagai informasi, kapal KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu, 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 Wita.

Kapal tersebut berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu, 12 September 2026, dengan membawa 243 orang. Hingga Minggu (27/9/2026), sebanyak 174 orang telah ditemukan. 

Dari jumlah tersebut, 108 orang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, sementara 66 lainnya meninggal dunia. Dengan total manifest 243 orang, masih terdapat 69 korban yang belum ditemukan dan hingga kini masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

(Nadya Kurnia)

Topik Menarik