Francesco Bagnaia Akui Sulit Jadi Rekan Setim Marc Marquez di MotoGP 2025
BORGO PANIGALE, iNews.id – Francesco Bagnaia mengakui MotoGP 2025 menjadi musim paling dilematis dalam kariernya setelah harus berbagi garasi Ducati Lenovo bersama Marc Marquez. Pembalap asal Italia itu menilai situasi tersebut tidak mudah, terutama ketika performanya tertinggal jauh dari rekan setimnya.
Bagnaia menjalani musim yang kontras dibanding Marc Marquez. Sepanjang MotoGP 2025, dia hanya mampu meraih dua kemenangan dari total 22 balapan yang digelar.
Catatan tersebut sangat berbeda dengan Marquez. Pembalap asal Spanyol yang baru bergabung dengan Ducati Lenovo justru tampil dominan dan mengunci gelar juara dunia MotoGP ketujuh.
Marquez mencatatkan 11 kemenangan di balapan utama dan 14 kemenangan di balapan sprint. Statistik itu menegaskan dominasinya sepanjang musim dan membuat persaingan internal di Ducati semakin terasa.
Bagnaia sendiri harus puas mengakhiri MotoGP 2025 di posisi kelima klasemen akhir. Hasil tersebut menjadi kemunduran signifikan dibanding statusnya sebagai juara dunia sebelumnya.
Dilema dalam Satu Garasi Ducati
Pembalap yang akrab disapa Pecco itu tidak menutupi kesulitannya. Dia menyebut kondisi mental menjadi tantangan terbesar ketika rekan setim tampil jauh lebih superior.
"Ini tidak mudah. Jika rekan setim Anda menang dan Anda mendapatkan hasil buruk, sulit untuk mempercayainya. Saya tidak pernah meragukan Ducati, karena saya percaya karier saya dapat dimulai dan diakhiri dengan Ducati," kata Bagnaia, dikutip dari Motosan, Minggu (11/1/2026).
Bagnaia menilai Marc Marquez sebagai rival terberat dalam kariernya. Meski begitu, dia menegaskan hubungan profesional keduanya tetap terjaga dengan baik.
Menurut Bagnaia, kerja sama tetap berjalan positif, terutama saat membahas pengembangan motor Ducati yang digunakan sepanjang musim.
"Ketika Anda berjuang untuk tujuan yang sama, tidak mudah untuk memiliki hubungan yang damai, tetapi kami cukup cerdas," tutur Bagnaia.
Bagnaia juga mengakui kemampuan adaptasi Marquez sangat cepat. Hal tersebut menjadi salah satu faktor utama kesuksesan Marquez di musim debutnya bersama Ducati Lenovo.
"Dia beradaptasi dengan sempurna dengan tim, dan kami bekerja ke arah yang sama. Kami membicarakan banyak hal selain hanya motor," tutup Bagnaia.
Musim MotoGP 2025 pun menjadi pelajaran penting bagi Francesco Bagnaia. Berbagi garasi dengan Marc Marquez tidak hanya soal kecepatan di lintasan, tetapi juga ujian mental dan konsistensi dalam menghadapi tekanan di level tertinggi.










