Bukan Perkara Gaji, John Herdman Tertarik Latih Timnas Indonesia karena Potensi Pemain Naturalisasi

Bukan Perkara Gaji, John Herdman Tertarik Latih Timnas Indonesia karena Potensi Pemain Naturalisasi

Olahraga | inews | Senin, 12 Januari 2026 - 09:00
share

JAKARTA, iNews.id – Alasan John Herdman memilih melatih Timnas Indonesia akhirnya terungkap. Tantangan mengangkat potensi Skuad Garuda dan mendongkrak ranking dunia menjadi magnet utama bagi pelatih asal Inggris tersebut.

Sebelumnya Media Honduras Once Noticias mengklaim jika Herdman lebih tertarik menangani Timnas Indonesia ketimbang Honduras lantaran gaji yang menggiurkan.

“Di Indonesia, proses berjalan cepat. Hanya dengan dua kali pertemuan bersama presiden federasi, Herdman berhasil diyakinkan melalui kontrak bernilai ribuan dolar per bulan—angka yang dinilai sulit dijangkau atau setidaknya tidak berani diajukan Federasi Honduras sejak awal,” tambahnya. 

Anggota Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga, membeberkan faktor kunci di balik keputusan Herdman menerima tawaran PSSI. Menurut Arya, Herdman melihat Indonesia sebagai proyek besar dengan tantangan nyata dan sumber daya menjanjikan.

John Herdman resmi ditunjuk sebagai pelatih Timnas Indonesia pada Sabtu (3/1/2026). Dia menggantikan Patrick Kluivert yang sebelumnya menempati posisi juru taktik Skuad Garuda.

PSSI menyiapkan kontrak jangka panjang untuk Herdman. Dia dikabarkan mendapat kontrak dua musim dengan opsi perpanjangan dua tahun, menandakan kepercayaan penuh federasi terhadap visinya.

Arya menilai Herdman tertarik karena kondisi Timnas Indonesia dinilai unik. Di satu sisi, ranking dunia masih berada di luar 100 besar, namun di sisi lain memiliki banyak pemain dengan pengalaman bermain di luar negeri.

“Menurut saya tantangannya cukup menggairahkan. Ini negara dengan ranking sekitar 120, tapi banyak pemainnya bermain di luar negeri dengan kualitas bagus. Tantangannya besar, tapi sumber dayanya juga bagus, itu yang menarik bagi dia (John Herdman),” kata Arya di Jakarta, dikutip pada Senin (12/1/2026).

Faktor lain yang membuat Herdman tertarik adalah luasnya opsi pemain. Dia tidak hanya terpaku pada kompetisi domestik, tetapi juga membuka peluang besar dari pemain keturunan.

“Dia juga bisa melihat potensi pemain, termasuk kemungkinan pemain keturunan. Tidak ada batasan baginya. Kalau pelatih hanya melihat liga, itu terbatas. Tapi dengan potensi naturalisasi, dia bisa melihat peluang lain,” sambung Arya.

Arya juga menegaskan target besar yang menanti Herdman bersama Timnas Indonesia. Ranking FIFA Skuad Garuda yang saat ini berada di posisi 122 dunia menjadi tantangan utama yang ingin ditaklukkan.

“Tantangannya adalah menaikkan ranking dengan sumber daya yang ada,” ungkap Arya.

Agenda Padat Menanti Herdman

Bersama Timnas Indonesia, Herdman langsung dihadapkan pada jadwal padat sepanjang 2026. Skuad Garuda dijadwalkan tampil di FIFA Series di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada FIFA Matchday 23–31 Maret 2026.

Setelah itu, Timnas Indonesia masih memiliki agenda FIFA Matchday pada Juni, September, Oktober, dan November. Puncaknya, Skuad Garuda akan berlaga di Piala AFF 2026 yang dijadwalkan mulai 25 Juli 2026.

Rangkaian agenda tersebut menjadi panggung pembuktian awal bagi Herdman. Tantangan besar, potensi pemain, dan target ranking dunia kini menyatu dalam proyek ambisius Timnas Indonesia.

Topik Menarik