Prabowo Terpukau Lihat Siswa Sekolah Rakyat Bisa Pidato 4 Bahasa, Arab hingga Mandarin
BANJARBARU, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto terpukau melihat kemampuan luar biasa murid-murid Sekolah Rakyat yang menyampaikan pidato dalam empat bahasa asing, yakni Inggris, Arab, Mandarin dan Jepang. Momen tersebut terjadi dalam acara peresmian 166 Sekolah Rakyat yang dipusatkan di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).
Dengan penuh percaya diri, para siswa tampil di hadapan Presiden Prabowo, jajaran menteri, serta tamu undangan.
Pidato pertama disampaikan oleh M Kiendra Lian, siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, menggunakan bahasa Inggris. Dalam pidatonya, Kiendra menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan para siswa Sekolah Rakyat atas kesempatan belajar yang mereka terima.
Dia menegaskan, para siswa Sekolah Rakyat adalah anak-anak yang diberi kesempatan kedua untuk meraih masa depan melalui pendidikan. Dalam pidato lanjutan berbahasa Inggris, Kiendra juga menyinggung isu kemanusiaan global.
“We also know that in Palestine, many children still cannot go to school. We are proud that you had stand for their freedom, and the world has seen that courage (Kami juga tahu bahwa di Palestina, banyak anak masih belum bisa bersekolah. Kami bangga karena Anda telah berdiri memperjuangkan kebebasan mereka, dan dunia telah menyaksikan keberanian itu)," ucapnya.
Pidato berikutnya disampaikan oleh Royya Al Mala dari SRT 47 Malang menggunakan bahasa Arab. Dalam pidatonya, Royya menggambarkan Sekolah Rakyat sebagai harapan dan masa depan bagi anak-anak yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses pendidikan.
“Nahnu naqifu huna biwashfina min bayni athfal, alladzina u’thiyat lahum al-fursah al-akhirah li al-ilthihaq bi ad-dirasah. Bin nisbati ilaina, al-madrasatu hiya al-amal, al-madrasatu hiya al-mustaqbal (Kami berdiri di sini sebagai bagian dari anak-anak yang telah diberikan kesempatan terakhir untuk dapat melanjutkan pendidikan. Bagi kami, sekolah adalah harapan, sekolah adalah masa depan),” ucap Royya.
Sementara itu, Nur Aisah dari SRMA 10 Jakarta menyampaikan pidato dalam bahasa Mandarin. Dengan intonasi yang mantap, dia mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah terhadap pendidikan rakyat.
Pidato terakhir disampaikan oleh Riski Aulia dari SRT 7 Probolinggo menggunakan bahasa Jepang. Riski menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Presiden Prabowo atas kepedulian terhadap pendidikan anak-anak bangsa.
“Dakara koso, watashitachi no kokoro no ichiban fukai tokoro kara mōshiagemasu. Arigatōgozaimasu daitōryō kakka Prabowo Subianto (Oleh karena itu, dari lubuk hati kami yang paling dalam, kami menyampaikan terima kasih. Terima kasih, Yang Mulia Presiden Prabowo Subianto),” ujar Riski.
Sepanjang rangkaian pidato, Presiden Prabowo terlihat menyimak dengan seksama dan beberapa kali memberikan tepuk tangan.










