BPOM Pastikan Sufor Nestle Aman, Ini Faktanya!

BPOM Pastikan Sufor Nestle Aman, Ini Faktanya!

Gaya Hidup | inews | Rabu, 14 Januari 2026 - 14:35
share

JAKARTA, iNews.id - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah melakukan pemeriksaan uji toksisitas terhadap produk susu formula Nestle. Apakah hasilnya aman untuk dikonsumsi? 

BPOM melakukan uji toksisitas terhadap produk susu formula merek S-26 Promil Gold pHPro 1 (formula bayi untuk usia 0–6 bulan), nomor izin edar ML 562209063696 dengan nomor bets 51530017C2 dan 51540017A1. Produk itu berpotensi mengandung cemaran toksin cereulide pada bahan baku arachidonic acid (ARA) oil tertentu yang digunakan dalam produksi formula bayi.

"Berdasarkan penelusuran terhadap data importasi BPOM, 2 bets produk susu formula terdampak diimpor ke Indonesia. Namun, hasil pengujian terhadap sampel produk dari 2 bets terdampak menunjukkan toksin cereulide tidak terdeteksi (limit of quantitation/LoQ <0,20 µg/kg)," ungkap BPOM dalam keterangan resminya, dikutip Rabu (14/1/2026).

Meski hasil uji menunjukkan produk tidak mengandung toksin cereulide, sebagai bentuk kehati-hatian BPOM mengimbau agar masyarakat yang memiliki produk S-26 Promil Gold pHPro 1 (nomor bets 51530017C2 dan 51540017A1) untuk segera menghentikan penggunaan produk. 
"Kembalikan produk tersebut ke tempat pembelian atau hubungi layanan konsumen PT Nestlé Indonesia untuk proses pengembalian atau penukaran," saran BPOM. 

"BPOM juga menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir untuk menggunakan atau mengonsumsi produk Nestlé lainnya, termasuk produk S-26 Promil Gold pHPro 1 dengan nomor bets selain yang disebutkan di atas," tambahnya.

Nestle Indonesia Buka Suara 

Secara terbuka Nestle Indonesia mengeluarkan pernyataan resmi. Mereka menjamin seluruh produk Nestle Indonesia aman dikonsumsi. 

"Sehubungan dengan berita mengenai penarikan sejumlah batch produk susu formula bayi Nestle di beberapa negara, kami ingin menginformasikan bahwa seluruh produk yang dipasarkan oleh Nestle Indonesia aman untuk dikonsumsi," ungkap Nestle dalam pernyataan resminya yang diterima iNews.id.

Nestle menambahkan, "Seluruh produk Nestle Indonesia tidak terdampak oleh isu ini, dan seluruh produk yang diproduksi secara lokal dapat dipastikan keamanannya. Produk impor yang dipasarkan Nestle Indonesia juga telah memenuhi standar keamanan dan mutu yang berlaku, yang telah dipastikan melalui pengujian yang komprehensif." 

Di pesan yang sama, Nestle Indonesia menyampaikan bahwa pihaknya senantiasa berkomitmen untuk menerapkan standar mutu tertinggi serta menyediakan informasi yang jelas dan transparan kepada para orang tua dan masyarakat luas. 

Sebagai bentuk pertanggungjawaban, Nestle Indonesia pun menyediakan kontak person yang bisa dihubungi masyarakat terkait kasus ini. 

"Untuk pertanyaan lebih lanjut, silahkan hubungi Nestle Indonesia Customer Services melalui nomor bebas pulsa 0800 182 1028 atau melalui alamat surel kami ke nestle.indonesia@id.nestle.com," ungkap Nestle Indonesia. 

Sebagai informasi, toksin cereulide dalam produk tersebut adalah toksin yang diproduksi oleh bakteri Bacillus cereus. Toksin ini bersifat tahan panas (heat stable) atau tidak dapat dimusnahkan atau dinonaktifkan melalui proses penyeduhan dengan air mendidih maupun proses pemasakan biasa. 

Akibat yang dapat timbul karena paparan toksin ini bersifat segera, umumnya antara 30 menit hingga 6 jam setelah konsumsi dengan gejala antara lain muntah parah atau persisten, diare, serta kelesuan yang tidak biasa.

Topik Menarik