Lanny/Tiwi Tersingkir di India Open 2026, Akui Goyah Hadapi Perubahan Pola Unggulan China
NEW DELHI, iNews.id – Lanny Tria Mayasari/Amallia Cahaya Pratiwi tersingkir di babak pertama India Open 2026 usai kalah tiga gim dari unggulan pertama asal China, Liu Sheng Shu/Tan Ning.
Pasangan ganda putri Indonesia itu takluk dengan skor 21-19, 11-21, 9-21 pada laga babak 32 besar yang digelar Selasa (14/1/2026) malam WIB. Hasil ini membuat langkah Lanny/Tiwi terhenti lebih awal di turnamen Super 750 tersebut.
Pada gim pertama, Lanny/Tiwi tampil meyakinkan. Mereka mampu memegang kendali permainan dan mencuri gim pembuka dari pasangan unggulan China.
Namun situasi berubah drastis di dua gim berikutnya. Liu/Tan tampil lebih agresif dan berhasil membalikkan keadaan lewat perubahan pola permainan dan tempo.
Tak Siap Hadapi Perubahan Permainan Lawan
Lanny mengakui mereka tak siap saat lawan mengubah pendekatan permainan. Kondisi tersebut membuat permainan mereka goyah.
“Di gim pertama kami sudah bisa memegang pola permainan mereka tapi di gim kedua dan ketiga kami tidak siap dengan perubahan pola lawan. Jadi agak bingung dan kurang yakin, kondisinya goyah,” ujar Lanny.
Tiwi menambahkan tekanan lawan terasa sejak awal gim kedua. Dia menilai seharusnya pasangan Indonesia mampu mengendalikan tempo.
“Di gim kedua mereka sudah mulai mempercepat tempo, harusnya kami netralisir tapi malah terbawa irama mereka,” katanya.
Kekalahan ini juga menjadi bagian dari fase transisi bagi Lanny/Tiwi. Keduanya mengungkap rencana pergantian pasangan yang sudah disiapkan sejak akhir tahun lalu.
“Setelah ini kami akan berganti pasangan dan sudah mulai persiapan sejak akhir tahun lalu, hanya memang terpotong minggu ini karena saya harus hadir di turnamen Super 750 sebagai Top Committed Player,” ujar Tiwi.
Meski tersingkir di India Open 2026, Tiwi menatap agenda berikutnya dengan optimisme. Dia berharap bisa langsung tampil lebih solid bersama pasangan barunya.
“Harapannya minggu depan di Daihatsu Indonesia Masters 2026 bersama pasangan baru, kami bisa bermain dengan baik, bisa mendapatkan hasil yang terbaik. Karena sama-sama punya tujuan yang sama,” lanjut dia.
Kekalahan dari unggulan pertama menjadi evaluasi penting bagi Lanny/Tiwi. Perubahan pola lawan dan pengelolaan tempo kembali menjadi pekerjaan rumah yang harus dibenahi.










