Ahok Blak-blakan Golf Jadi Tempat Negosiasi Minyak Paling Sehat dan Murah

Ahok Blak-blakan Golf Jadi Tempat Negosiasi Minyak Paling Sehat dan Murah

Terkini | inews | Selasa, 27 Januari 2026 - 15:15
share

JAKARTA, iNews.id - Eks Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengungkapkan bahwa bermain golf merupakan tempat negosiasi paling sehat dan murah untuk bertransaksi minyak. 

Hal ini dia sampaikan saat menjadi saksi dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah pada, Selasa (27/1/2026). Awalnya, jaksa penuntut umum (JPU) menanyakan pendapat Ahok sebagai dewan komisaris terkait kegiatan direksi bermain golf dengan pihak terkait pengadaan di Pertamina. 

Ahok menuturkan, secara pribadi dia tidak suka bermain golf. Bahkan, saat menjabat gubernur DKI Jakarta dirinya melarang pejabat pemda bermain olahraga tersebut. 

"Ini soal pribadi ya. Saya dulu paling benci main golf, Pak. Saya melarang semua orang pemda tidak boleh main golf, karena kita kerja terlalu banyak," tuturnya.

Namun, pandangan tersebut berubah saat dia berkiprah di Pertamina. Menurutnya, golf menjadi salah satu alat menjaga relasi. 

"Tapi ketika saya masuk ke Pertamina, saya baru menyadari semua orang minyak dari Amerika, Chevron, Exxon ngajak main golf terus," ucap Ahok. 

Demi bisa menjamu relasi, Ahok akhirnya memutuskan untuk belajar golf. Dia pun menilai lapangan golf menjadi salah satu tempat negosiasi yang paling sehat dan murah. 

"Karena misalnya saya nego dengan Exxon, saya mau minta bagian saham. Itu ternyata negosiasi di lapangan golf itu jauh lebih murah daripada night club. Saya kira golf adalah tempat negosiasi paling sehat, paling murah, jemur jalan, murah," ujarnya. 

Bahkan, saat bermain golf sesekali mereka selingi dengan 'isian'. 

"Bahkan kami di lapangan golf suka isi-isian juga, Pak. Apresiasi, Pak. Apresiasi, Pak. Bukan judi," tuturnya.

Sebelumnya dikabarkan, anak pengusaha minyak Riza Chalid, Muhammad Kerry Adrianto Riza didakwa menggunakan uang Rp176 miliar untuk bermain golf di Thailand. Uang itu diduga berasal dari penyelewengan yang dilakukan Kerry bersama terdakwa perkara korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang minyak di Pertamina.

Hal ini terungkap dalam surat dakwaan Kerry Adrianto. Kerry menggunakan uang itu bersama Gading Ramadhan Joedo, Dimas Werhaspati bersama pihak PT Pertamina yakni Yoki Firnandi, Sani Dinar Saifuddin, Arief Sukmara dan Agus Purwono.

"Terdakwa Muhammad Kerry Adrianto Riza dan Gading Ramadhan Joedo menggunakan uang sebesar Rp176.390.287.697,24 yang berasal dari pembayaran sewa Terminal BBM Merak, yang antara lain digunakan untuk kegiatan golf di Thailand yang diikuti oleh Gading Ramadhan Joedo dan Dimas Werhaspati, bersama pihak PT Pertamina, yaitu antara lain: Yoki Firnandi, Sani Dinar Saifuddin, Arief Sukmara, dan Agus Purwono," tulis surat dakwaan itu, dikutip Selasa (14/10/2025).

Topik Menarik