Allana Abdullah Resmi Pimpin JCI Batavia, Fokus Globalkan UMKM dan Pengembangan SDM
JAKARTA, iNews.id – Junior Chamber International (JCI) Chapter Batavia mengukuhkan jajaran pengurus baru, Jumat (30/1/2026). Pengukuhan dilakukan dalam acara Inaugurasi JCI Chapter Batavia bertema Legacy for Regeneration di The Tribrata Hotel & Convention Centre Darmawangsa, Jakarta Selatan.
Di bawah kepemimpinan Local President Allana Abdullah, organisasi yang menjadi wadah profesional muda dan pengusaha dalam taraf global ini langsung tancap gas dengan meresmikan tiga kerja sama strategis (MOU) sekaligus, termasuk kolaborasi dengan Kementerian UMKM yang diwakili oleh Smesco.
“Kami akan menjalankan program bersama mereka untuk memberikan tenaga anak muda yang merupakan leaders-leaders untuk bisa menaikkan daya saing para pelaku UMKM di ranah global,” kata Allana.
Selain sektor ekonomi, JCI Batavia juga bakal menitikberatkan pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui program beasiswa pendidikan tinggi ke luar negeri. Allana menjelaskan pihaknya akan memberangkatkan kelompok pertama untuk menempuh studi di universitas ternama di China pada April 2026 mendatang.
"Ini adalah salah satu program kami juga karena tagline saya adalah Legacy for Regeneration, jadi kami ingin kita sebagai leader ini bukan hanya ngomong bikin program saja tapi juga mencetak leader-leader masa depan," ucap dia.
Lebih lanjut, dia mengungkapkan JCI Batavia juga menyediakan akses permodalan melalui kemitraan dengan Fundex, platform crowdfunding syariah yang telah terdaftar di OJK. Kemitraan tersebut diharapkan mampu membantu wirausaha mendapatkan kucuran dana segar dalam jumlah besar.
“Di mana wirausaha yang memerlukan dana bisa meng-crowd fund dana sampai Rp10 miliar, dan itu adalah benefit yang sangat bisa membantu para UMKM sampai dengan untuk pre-IPO,” ungkap Allana.
Di samping itu, Allana juga turut melihat potensi industri kreatif Indonesia yang sangat besar, seperti sektor gaming, seni lukis, hingga kerajinan tangan yang memiliki nilai ekspor tinggi namun masih terkendala masalah teknis.
"Sebenarnya produk kita ini skala global tidak kalah, tapi memang ada gap di sini dan bottleneck di sini yang perlu diperbaiki bersama dan kami bersedia dari JCI Batavia untuk membantu memuluskan transisi ini,” jelas dia.
Menjawab permasalahan tersebut, dia menuturkan JCI Batavia telah menyiapkan rangkaian program intensif yang melibatkan para ahli di internal organisasi. Nantinya, fokus utama akan diarahkan pada peningkatan kualitas produksi dan proses nilai tambah.
“Kami akan lebih ke training salah satunya, habis itu juga kami akan lebih ke hilirisasi barang-barang atau produksi-produksi UMKM karena dari di JCI Batavia sendiri banyak pengusaha-pengusaha yang memang capable untuk melakukan ini," tutur Allana.
Sementara itu, Vice President JCI Batavia Ryzki Hawadi mempertegas posisi organisasi yang kini telah memasuki usia ke-111 tahun secara global. Dia menyoroti kembalinya JCI Batavia sebagai penyelenggara ajang penghargaan bergengsi bagi pemuda Indonesia.
“Tahun ini JCI Batavia kembali menyelenggarakan selama 3 tahun berturut-turut Ten Outstanding Young Persons (TOYP), semoga kita bisa memberikan kepada 10 pemuda dan pemudi terbaik di Indonesia di bawah 40 tahun,” tutur Ryzki.
Menurutnya, keunggulan utama JCI terletak pada jaringan internasional yang luas sebagai jembatan bagi produk lokal untuk menembus pasar dunia.
“Karena kita itu network-nya global, dengan adanya UMKM produknya menjanjikan, kita juga bisa memasarkannya juga ke luar negeri melalui JCI,” tutur dia.










