5 Fakta Mundurnya Dirut BEI: Kesalahan Fatal hingga IHSG Trading Halt
JAKARTA, iNews.id - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman memutuskan untuk mundur dari posisinya pada Jumat (30/1/2026). Hal itu buntut dari diri usai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok dua hari berturut-turut.
Anjloknya IHSG bahkan membuat perdagangan dihentikan sementara atau trading halt beberapa kali. Lantas, apa fakta-fakta dari mundurnya bos BEI tersebut?
Fakta-Fakta Mundurnya Bos Bursa
- 1. Alasan Bos Bursa Mundur
Iman mengatakan, pengunduran diri ini bentuk tanggung jawab atas apa yang terjadi belakangan di pasar, yakni anjloknya IHSG dari level 9.000-an pada pertengahan Januari, menjadi di level 8.000-an pada akhir Januari.
"Saya sebagai Direktur Utama dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi 2 hari kemarin, menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia," ujarnya di Gedung BEI, Jumat (30/1/2026).
- 2. Penyebab IHSG Anjlok
Diketahui, penyebab pelemahan IHSG dipicu oleh keputusan MSCI yang membekukan sementara penilaian terhadap saham-saham Indonesia. Pembekuan tersebut terkait dengan isu free float serta transparansi kepemilikan saham di pasar domestik.
Menurut Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan, kondisi ini memicu aksi jual yang cukup besar, terutama pada saham-saham konglomerasi dan blue chip. Meski demikian, ia menegaskan bahwa koreksi tajam IHSG bukan disebabkan oleh pelemahan fundamental ekonomi Indonesia.
"Penurunan ini bukan dari fundamental Indonesia tapi dari luar. Ini kesempatan, tapi juga aware dan ukur risk profile kita sendiri," ujar David dalam keterangannya.
- 3. Respons Purbaya
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa Iman melakukan kesalahan fatal sehingga harus bertanggung jawab dengan mundur dari posisinya. Sebab, Iman gagal mengantisipasi isu transparansi yang diangkat oleh MSCI. Hal itu lah yang akibatnya memicu anjloknya IHSG hingga terkena trading halt.
“Tanggapan saya, itu positif sebagai bentuk tanggung jawab terhadap masalah yang timbul di bursa kemarin,” ujar Purbaya saat ditemui di Wisma Danantara pada Jumat (30/1/2026).
“Dia tidak mem-follow-up masukan atau pertanyaan dari MSCI. Itu kesalahan fatal, sehingga kita mengalami koreksi yang dalam,” ungkapnya.
- 4. Waktunya Beli Saham
Selain itu, Purbaya mengajak investor untuk memanfaatkan momentum koreksi pasar saat ini untuk kembali mengakumulasi portofolio dengan membeli saham.
“Ini positif kalau orang yang ngerti. Kalau nggak ngerti, bye. Saatnya serok-serok,” kata Purbaya.
Menurut Purbaya, gerak cepat dalam menangani gejolak pasar akan menghapus keraguan para pemilik modal. Dia meyakini, investor, baik yang bermain di lantai bursa maupun yang bergerak di sektor riil, akan melihat komitmen nyata pemerintah dalam menjaga tata kelola yang bersih dan transparan.
“Kalau saya pikir ini sinyal yang positif. Artinya investor di pasar modal maupun di sektor riil melihat bahwa kita menangani masalah dengan cepat dan serius. Jadi yang tadinya ragu-ragu mestinya akan lebih yakin bahwa arah ke depan akan lebih baik,” sambung dia.
- 5. Istana Tak Ikut Campur
Meski begitu, Istana melalui Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi menegaskan bahwa mundurnya Iman dari posisinya merupakan kewenangan pribadi. Ia membantah ada keterlibatan dari pemerintah.
“Nggak. Kewenangan tersendiri kan gitu,” kata Prasetyo Hadi kepada wartawan, Jumat (30/1/2026).
Prasetyo menerangkan, saat ini fokus pemerintah bukan pada bongkar-pasang jabatan. Namun, fokusnya agar menjaga pasar modal Indonesia transparan dan sehat.










