Mantan Menhan Israel Takut Negaranya Dihujani Rudal Iran
TEL AVIV, iNews.id - Mantan Menteri Pertahanan (Menhan) Israel Avigdor Lieberman mengungkapkan kekhawatiran, negaranya akan menjadi sasaran serangan balasan Iran jika Amerika Serikat (AS) melancarkan aksi militer terhadap Teheran.
Ketakutan itu mendorongnya mendesak pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu segera menyiapkan perlindungan bagi seluruh warga Israel.
Lieberman mengingatkan pengalaman pahit Israel saat perang 12 hari pada Juni 2025, ketika Iran meluncurkan rentetan serangan rudal yang menghantam berbagai wilayah penting. Serangan tersebut benar-benar melumpuhkan sejumlah fasilitas strategis, termasuk instalasi militer dan intelijen Israel.
Kekhawatiran itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, seiring penambahan kekuatan militer AS di Timur Tengah atas perintah Trump. Israel pun memantau dengan cermat perkembangan tersebut, sembari menunggu rencana dimulainya negosiasi AS-Iran pada Jumat (6/2/2026).
Lieberman menilai ancaman serangan rudal Iran sangat nyata, mengingat Teheran secara terbuka telah berjanji akan membalas setiap serangan AS dengan menggempur Israel.
“Kita harus bersiap sekarang dan menyiapkan tempat-tempat aman bagi jutaan warga yang tidak memiliki tempat perlindungan yang aman,” kata Lieberman, kepada stasiun radio 103 FM, seperti dilaporkan Anadolu.
Meski demikian, Lieberman menegaskan keputusan perang sepenuhnya berada di tangan Presiden AS Donald Trump. Menurutnya, Israel berada pada posisi menunggu dan tak memiliki pengaruh besar untuk mengendalikan keputusan Washington.
“Kita berada pada tahap di mana negara Israel harus tenang dan menunggu,” ujarnya.
Tekanan terhadap Iran meningkat dalam beberapa pekan terakhir, terutama sejak pecahnya demonstrasi anti-pemerintah di negara itu pada akhir Desember 2025. Otoritas Iran menuding AS dan Israel berada di balik aksi demonstrasi yang mereka sebut sebagai ulah kelompok teroris.










