Bukan Netanyahu, Israel Kirim Menlu Gideo Saar ke Pertemuan Board of Peace

Bukan Netanyahu, Israel Kirim Menlu Gideo Saar ke Pertemuan Board of Peace

Terkini | inews | Minggu, 15 Februari 2026 - 11:33
share

TEL AVIV, iNews.id - Menteri Luar Negeri (Menlu) Israel Gideon Saar akan mewakili negaranya dalam pertemuan perdana Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace. Pertemuan akan berlangsung di Washington DC pada 19 Februari mendatang. 

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang baru saja bertemu Presiden AS Donald Trump, tak akan hadir. Israel memastikan keanggotaannya di Board of Peace saat kunjungan Netanyahu tersebut.

Para pejabat AS mengatakan kepada Reuters, di antara agenda pertemuan adalah rencana rekonstruksi Gaza senilai miliaran dolar. Selain itu, Presiden AS Donald Trump akan memaparkan penjelasan rinci mengenai pengiriman Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) yang telah mendapat mandat dari PBB.

Menurut sumber pejabat, Trump akan mengumumkan beberapa negara berencana mengirim ribuan personel pasukan di bawah ISF. Mereka diharapkan akan dikerahkan di Gaza dalam beberapa bulan mendatang.

Pertemuan perdana Board of Peace akan fokus pada isu Gaza.

Delegasi dari setidaknya 20 negara, termasuk kepala negara, diperkirakan akan hadir dalam pertemuan tersebut. Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Mesir Abdel Fattah El Sisi telah mengonfirmasi kehadiran mereka.

Meskipun negara-negara di kawasan Timur Tengah, termasuk Mesir, Arab Saudi, dan Qatar, serta negara-negara lain seperti Turki dan Indonesia bergabung dengan Board of Peace, kekuatan global serta sekutu-sekutu AS di Barat lebih berhati-hati. Umumnya mereka mempertanyakan tumpang tindih peran PBB dan Board of Peace.

Israel dan Hamas menyetujui rencana perdamaian Trump yang diumumkan pada 2025 disusul dengan penerapan gencatan senjata pada 10 Oktober. 

Namun gencatan senjata di Gaza masih sangat rapuh, meski sudah memasuki fase kedua. Hamas menolak tuntutan untuk meletakkan senjata, apalagi di tengah pelanggaran terang-terangan yang dilakukan Israel.

Sementara itu Israel mengancam jika Hamas tidak meletakkan senjata, militer Zionis yang akan memaksanya.

Topik Menarik