Darurat Banjir Tapanuli Tengah! Ribuan Warga Terpaksa Dievakuasi
TAPANULI TENGAH, iNews.id – Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) kembali dilanda banjir hebat, Senin (16/2/2026), melumpuhkan hampir seluruh kecamatan dan memaksa ribuan warga mengungsi.
Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, menyampaikan kondisi paling parah terjadi di Kecamatan Tukka. Di wilayah Jalan Humala Tambunan, Bonalumban, Hutanabolon, banjir merendam rumah-rumah warga dan memicu pemadaman listrik. "Warga di Hutanabolon, Tukka, terpaksa dievakuasi menggunakan mobil Dalmas ke Hunian Sementara (Huntara) Sipange," ujarnya melalui pesan singkat, Senin malam.
Kecamatan Badiri tidak luput dari dampak banjir. Di desa Lubuk Ampolu dan Lopian, ketinggian air terus meningkat hingga memutus akses jalan keluar-masuk desa. "Arus air yang deras membuat sejumlah ruas jalan tidak dapat dilalui," kata Masinton.
Di Kecamatan Pasaribu Tobing, dampak banjir juga signifikan. Dua rumah, satu kantor desa, dan satu unit PAUD terendam air, bahkan nyaris tenggelam. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan warga dan operasional layanan publik.
Terungkap! Trump Perintahkan Militer AS Bersiap Serang Iran pada 13 Januari, tapi Dibatalkan
Banjir juga melumpuhkan berbagai kecamatan lain, termasuk Pandan, Tapian Nauli, Lumut, Kolang, Pinangsori, Manduamas, hingga Sosorgadong. Sejumlah ruas jalan utama tergenang, membuat kendaraan roda dua dan roda empat tidak bisa melintas.
Di Desa Siordang, Sirandorung, listrik padam ketika rumah-rumah warga mulai terendam. Kondisi ini memperburuk situasi evakuasi dan pelayanan darurat di lokasi.
Sementara itu, Desa Unte Mungkur I, Kolang, tercatat empat titik banjir yang merendam jalan dan pemukiman warga. Keadaan ini semakin menyulitkan mobilitas masyarakat dan bantuan darurat.
Kondisi paling mengkhawatirkan terjadi di wilayah pesisir dan perbatasan Kabupaten, yakni Kecamatan Barus dan Andamdewi. Sungai Aek Sirahar meluap, tanggul jebol, dan debit air mencapai satu meter di sejumlah desa, termasuk Kinali, Pasar Terandam, Ujung Batu, Kampung Mudik, Aek Dakka, dan Padang Masiang.
Masinton menekankan perlunya kewaspadaan tinggi dan segera melakukan koordinasi bantuan. “Kondisi ini mengharuskan seluruh warga tetap waspada, sementara tim penanganan bencana terus melakukan evakuasi dan memantau lokasi-lokasi rawan,” tambahnya.
Pulihkan Infrastruktur Pascabencana Sumatera, Kementerian PU Minta Tambahan Anggaran Rp74 Triliun
Banjir di Tapanuli Tengah menegaskan perlunya mitigasi dan kesiapsiagaan berkelanjutan untuk menghadapi bencana alam yang semakin sering terjadi di wilayah Sumatera Utara.










