Razman Singgung Isu Ijazah Jokowi Tak lagi Murni Kasus Hukum: Ada Kepentingan Politik

Razman Singgung Isu Ijazah Jokowi Tak lagi Murni Kasus Hukum: Ada Kepentingan Politik

Terkini | inews | Selasa, 17 Februari 2026 - 23:23
share

JAKARTA, iNews.id - Ketua Umum Kami Jokowi, Razman Arif Nasution mengungkapkan, polemik ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) tidak lagi murni masalah hukum. Menurutnya ada kepentingan politik.

“Saya sampaikan bahwa 'Kami Jokowi' yang saya pimpin, empat hari yang lalu kami telah mengadakan rapat. Kami mengembangkan namanya menjadi 'Kami Jokowi-Gibran' yang kita singkat dengan Kajoran,” kata Razman dalam program Rakyat Bersuara bertema 'Salinan Ijazah Lengkap, Babak Baru Terungkap?' di iNews, Selasa (17/2/2026).

Lebih lanjut, Razman mengatakan polemik ijazah Jokowi belakangan ini mulai bergeser dari aspek hukum ke arah kepentingan politik. 

“Jadi, saya ingin menyampaikan mengapa saya semakin melihat dari perspektif saya, yang pernah juga menjadi politisi, dosen, dan juga praktisi hukum, kok kelihatannya makin ke sini ini bukan pada aspek penegakan hukum, tetapi makin mendekati unsur kepentingan politik. Nah, ini ada argumennya,” ujar Razman.

Razman juga mengkritisi pernyataan sejumlah tokoh yang dinilai terlalu jauh menyimpulkan perkara sebelum ada putusan hukum tetap.

“Belum ada putusan hukum yang inkracht terkait dengan ijazah Pak Jokowi yang menyatakan bahwa ijazah Pak Jokowi palsu,” katanya.

Sebelumnya, pengacara Roy Suryo, Rismon Sianipar dan Tifauzia Tyassuma (RRT), Refly Harun mengatakan, kliennya tidak pernah mengatakan Jokowi memalsukan ijazahnya. Menurut Refly, RRT hanya mengatakan bahwa ijazah Jokowi palsu.

"Jangan salah kawan-kawan, RRT tidak pernah mengatakan Jokowi memalsukan ijazah, yang dikatakan dia adalah ijazah Jokowi palsu," kata Refly dalam program yang sama.

Refly menambahkan, kedua pernyataan tersebut memiliki konsekuensi yang berbeda. Menurutnya, apabila Roy Suryo cs menyebut Jokowi memalsukan ijazah, maka Jokowi telah berperan aktif dalam tindakan tersebut.

"Kan bisa saja yang memalsukan orang lain. Karena itu tidak pernah dikatakan Jokowi memalsukan ijazah, yang dikatakan adalah ijazah Jokowi palsu 99,9 persen menurut keyakinan Roy Suryo, Dokter Tifa dan Rismon," kata Refly.

Topik Menarik