Kronologi Honorer Pemkab Tambrauw Ditemukan Tewas Diserang OTK, Tergeletak di Genangan Air

Kronologi Honorer Pemkab Tambrauw Ditemukan Tewas Diserang OTK, Tergeletak di Genangan Air

Nasional | inews | Selasa, 10 Maret 2026 - 00:46
share

TAMBRAUW, iNews.id - Seorang tenaga honorer Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tambrauw, ditemukan tewas secara tragis di Kampung Banfot, Distrik Bamusbama, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya, Senin (9/3/2026) pagi. Korban bernama Abraham Franklin Delano Kambu. 

Kapolres Tambrauw AKBP Praja Gandha Wiratama menjelaskan, kronologi kejadian berawal Minggu (8/3/2026) pukul 19.35 WIT ketika korban berangkat dari Sorong menuju Distrik Fef. Dalam perjalanan, korban bertemu rekannya bernama Anderson Herman Anum di Kampung Mega. 

Keduanya sempat berbincang sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan bersama menggunakan sepeda motor masing-masing. Saat melintasi Kampung Banfot, saksi melihat seseorang berdiri di pinggir jalan dalam kondisi gelap. 

Saksi kemudian memperlambat laju kendaraannya, sementara korban yang berada sekitar 15 meter di depan tiba-tiba dicegat oleh orang tak dikenal (OTK).

“Beberapa detik kemudian saksi melihat korban terjatuh dari sepeda motor. Merasa terancam, saksi langsung memutar arah dan mencari perlindungan di Pos Satgas TNI terdekat,” ujar AKBP Praja dikutip dari iNews Sorong Raya.

Keesokan harinya, Senin (9/3/2026) pagi, personel gabungan TNI dan Polri menemukan korban di lokasi kejadian dalam kondisi tewas di genangan air. Dari pemeriksaan awal ditemukan sejumlah luka pada tubuh korban.

“Hasil visum masih kami tunggu dari pihak medis. Namun secara garis besar korban meninggal dunia akibat benda tajam, tidak ada luka tembak seperti yang beredar di publik saat ini,” katanya.

Sebelumnya, masyarakat sempat panik setelah muncul pesan berantai di media sosial dan aplikasi WhatsApp yang menyebutkan adanya suara tembakan di lokasi kejadian. 

Informasi tersebut bahkan membuat sejumlah pengendara yang hendak menuju wilayah Tambrauw memilih memutar balik kendaraan karena khawatir dengan kondisi keamanan. Namun polisi memastikan suara keras yang terdengar bukan berasal dari tembakan.

“Berdasarkan keterangan sementara yang dihimpun, suara keras yang terdengar di lokasi kemungkinan bukan berasal dari tembakan, melainkan dari benturan kendaraan dengan drum pembatas jalan,” ucapnya.

AKBP Praja menegaskan, situasi keamanan di Kabupaten Tambrauw saat ini masih dalam kondisi terkendali. Meski demikian, aparat gabungan tetap melakukan patroli dan pengamanan di sekitar lokasi kejadian untuk mengantisipasi gangguan keamanan.

“Hingga saat ini aktivitas masyarakat berjalan normal. Memang awalnya ada kepanikan atas informasi tersebut dari masyarakat. Saya selaku penanggung jawab kamtibmas mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya atau terhasut atas informasi hoaks yang beredar,” katanya.

Saat ini polisi masih mengumpulkan keterangan dari para saksi dan menelusuri berbagai kemungkinan terkait kematian Abraham Franklin Delano Kambu. 

Hingga kini polisi masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta motif di balik peristiwa tersebut.

Topik Menarik