Skandal Kickboxing Jatim! Atlet Putri Bongkar Dugaan Kekerasan Seksual Pelatih, Erick Thohir Bilang Begini

Skandal Kickboxing Jatim! Atlet Putri Bongkar Dugaan Kekerasan Seksual Pelatih, Erick Thohir Bilang Begini

Olahraga | inews | Kamis, 12 Maret 2026 - 08:36
share

JAKARTA, iNews.id - Kasus dugaan kekerasan seksual di cabang olahraga kickboxing Jawa Timur mencuat. Atlet putri berinisial VAP (24). mengungkap pengalaman pahit yang dia alami melalui media sosial.

Pengakuan tersebut memicu perhatian publik karena korban mengaku lama memendam peristiwa itu sebelum akhirnya berani berbicara. VAP menuliskan kisahnya di Instagram dan menjelaskan alasan dia memilih diam selama ini.

“Aku takut bersuara karena dia adalah Ketua, dan aku hanyalah seorang atlet yang seharusnya fokus untuk juara. Tapi diam terlalu lama membuat luka ini semakin berat,” tulis VAP memulai pengungkapannya di Instagram.

Kasus tersebut kini telah masuk penanganan aparat. Polda Jawa Timur menetapkan terduga pelaku berinisial WPC sebagai tersangka dalam perkara dugaan pelecehan seksual terhadap atlet tersebut.

Sorotan publik juga datang dari pemerintah. Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengecam keras dugaan tindakan pelatih tersebut karena dinilai menyalahgunakan kewenangan yang dimiliki.

“Cerita atlet kickboxing tentang kekerasan seksual yang dialaminya sungguh membuat kita semua terluka. Saya merasakan kepedihan ketika membaca proses dan perjuangan korban untuk mendapatkan keadilan dengan melaporkan tindakan pelecehan kepada berbagai pihak," kata Erick Thohir dalam keterangannya.

Menpora Tegaskan Dunia Olahraga Harus Aman

Erick menilai situasi tersebut ironis. Terduga pelaku justru merupakan pelatih sekaligus ketua pengurus provinsi Kickboxing Indonesia Jawa Timur yang seharusnya memiliki tanggung jawab melindungi dan membina atlet.

"Ironisnya terduga pelaku adalah pelatih dan ketua pengurus provinsi kickboxing Indonesia Jawa Timur, yang seharusnya amanah dalam mengayomi, menjaga, membantu dan membina atlet. Saya hargai keberanian korban untuk bercerita, tentu bukan hal mudah untuk mengatasi trauma pahit itu, tapi korban berani bersuara agar tindakan serupa tidak terulang,” tambahnya.

Dia menilai dua kasus kekerasan seksual terhadap atlet yang baru-baru ini muncul di jalur hukum memperlihatkan pola penyalahgunaan relasi kuasa oleh pelatih terhadap atlet.

"Dunia olahraga harus menjadi ruang yang aman, bermartabat, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Saya berharap dengan ditetapkannya terduga pelaku sebagai tersangka, keadilan bagi korban dapat ditegakkan,” tegasnya.

Menurut Erick, tidak boleh ada pihak yang memanfaatkan jabatan maupun posisi di dunia olahraga untuk merugikan atlet. Dia menegaskan pelaku kekerasan tidak layak lagi berada dalam lingkungan olahraga.

"Siapa pun yang terbukti menyalahgunakan kekuasaan atau memanfaatkan relasi kuasa untuk melakukan kekerasan, termasuk kekerasan seksual, tidak boleh lagi dilibatkan dalam dunia olahraga seumur hidup. Tidak ada toleransi dan tidak ada tempat bagi mereka yang menyalahgunakan kekuasaan dan kewenangan,” ujarnya.

Kementerian Pemuda dan Olahraga juga mendorong seluruh organisasi olahraga dan pengurus cabang olahraga memperkuat sistem perlindungan atlet. Upaya tersebut dilakukan agar kasus serupa tidak kembali terjadi.

“Kita harus bersama-sama membangun lingkungan olahraga yang sehat, aman, dan berintegritas. Atlet harus dilindungi agar dapat berprestasi tanpa rasa takut dan kita ciptakan support system bagi mereka,” katanya.

Topik Menarik