Kapolda Sumsel Pastikan Pelayanan Maksimal bagi Pemudik, Siagakan 2.361 Personel
PALEMBANG, iNews.id - Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Sandi Nugroho memastikan pelayanan maksimal bagi para pemudik selama arus mudik dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah. Hal itu dilakukan melalui pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2026, yang resmi dimulai dalam Apel Gelar Pasukan di Halaman Griya Agung Palembang, Kamis (12/3/2026).
Apel gelar pasukan tersebut menjadi penanda kesiapan jajaran Polda Sumsel bersama TNI, pemerintah daerah, dan seluruh instansi terkait dalam memberikan pengamanan sekaligus pelayanan terbaik kepada masyarakat selama masa mudik dan libur Lebaran. Sekitar 1.000 personel gabungan mengikuti apel tersebut sebagai representasi kesiapan lintas sektor dalam mendukung kelancaran operasi.
Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2026, Polda Sumsel dan Polres/Polrestabes jajaran melibatkan total 2.361 personel. Ribuan personel tersebut akan disiagakan di sejumlah titik strategis untuk memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik, beribadah, dan merayakan Idulfitri dengan aman, nyaman, dan lancar.
Apel gelar pasukan dipimpin oleh Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru yang membacakan amanat Kapolri di hadapan seluruh peserta apel. Dalam rangkaian kegiatan itu, Kapolda Sumsel bersama Gubernur Sumsel melakukan penyematan pita Operasi Ketupat Musi 2026 kepada perwakilan personel sebagai simbol dimulainya operasi pengamanan Lebaran secara resmi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana, para pejabat utama Polda Sumsel, unsur pimpinan TNI, pejabat daerah, serta jajaran Forkopimda Sumsel. Kehadiran seluruh unsur tersebut menegaskan kuatnya sinergi antarinstansi dalam menghadirkan pelayanan dan perlindungan bagi masyarakat selama periode Lebaran.
Dalam amanat Kapolri yang dibacakan Gubernur Sumsel, ditegaskan bahwa Apel Gelar Pasukan merupakan bentuk pengecekan akhir terhadap kesiapan personel, sarana prasarana, serta soliditas koordinasi lintas sektoral sebelum operasi dilaksanakan. Kesiapan itu dinilai sangat penting mengingat mobilitas masyarakat pada masa Lebaran diperkirakan meningkat signifikan.
Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat pada periode Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang secara nasional. Besarnya angka mobilitas tersebut menuntut kesiapan pengamanan dan pelayanan yang optimal, termasuk di wilayah Sumatera Selatan yang menjadi salah satu daerah lintasan penting arus mudik.
Untuk mendukung pelaksanaan operasi di wilayah Sumsel, Polda Sumsel menyiapkan 73 pos yang terdiri dari 40 Pos Pengamanan, 26 Pos Pelayanan, dan 7 Pos Terpadu. Pos-pos tersebut ditempatkan di jalur mudik utama, pusat keramaian, objek vital, tempat ibadah, serta titik-titik yang diprediksi mengalami kepadatan arus lalu lintas.
Selain menghadirkan pos pengamanan dan pelayanan, Polda Sumsel juga menyiapkan berbagai strategi guna mengantisipasi potensi gangguan selama arus mudik dan arus balik. Langkah tersebut meliputi rekayasa lalu lintas, pembatasan operasional angkutan barang, penerapan sistem satu arah, contraflow, hingga kebijakan ganjil-genap di ruas jalan tertentu sesuai situasi dan kebutuhan di lapangan.
Pengamanan juga tidak hanya difokuskan pada jalur transportasi darat, tetapi diperkuat di kawasan objek vital, pusat perbelanjaan, tempat ibadah, lokasi wisata, hingga jalur transportasi perairan melalui Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara. Koordinasi lintas fungsi antara satuan lalu lintas, intelijen, reserse, samapta, hingga Brimob turut diperkuat untuk memastikan respons cepat terhadap setiap potensi gangguan kamtibmas.
Kapolda Sumsel Irjen Pol. Sandi Nugroho menegaskan bahwa Operasi Ketupat Musi 2026 bukan semata agenda rutin pengamanan tahunan, melainkan bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Operasi Ketupat Musi 2026 bukan sekadar operasi kepolisian. Ini adalah bentuk kehadiran negara untuk memastikan setiap pemudik dapat sampai ke tujuan dengan selamat dan setiap keluarga dapat merayakan Idulfitri dengan tenang,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya mengimbau masyarakat agar memanfaatkan seluruh fasilitas yang telah disiapkan selama operasi berlangsung, termasuk pos-pos pelayanan yang tersebar di sepanjang jalur mudik. Ia juga mengajak masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
“Kami telah menyiapkan pos pelayanan di sepanjang jalur mudik. Masyarakat yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi petugas kami. Mudik aman adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Operasi Ketupat Musi 2026 dijadwalkan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Selama periode tersebut, seluruh personel pengamanan akan disiagakan secara maksimal di berbagai titik strategis guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
Dengan semangat “Mudik Aman, Keluarga Bahagia,” Polda Sumatera Selatan bersama TNI dan pemerintah daerah berkomitmen memberikan pelayanan dan pengamanan terbaik agar masyarakat dapat menjalankan mudik serta merayakan Idulfitri dengan rasa aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan










