7 Fakta Baru Kematian Cucu Mpok Nori, Nomor 5 Menyayat Hati
JAKARTA, iNews.id – Kasus kematian tragis Dwintha Anggary, cucu Mpok Nori, terus mengungkap fakta-fakta baru yang memilukan. Di balik peristiwa pembunuhan tersebut, terkuak rangkaian kejadian yang diduga sudah lama terjadi dalam kehidupan rumah tangga korban.
Satu fakta yang cukup mengejutkan publik adalah cucu Mpok Nori yang dibunuh mantan suami sirinya itu ternyata pernah menjadi korban KDRT. Pelakunya pun sama, Fuad, warga negara asing (WNA) asal Irak yang merupakan mantan suami sirinya.
Hal ini membuat publik semakin pilu dengan kasus pembunuhan yang terjadi pada cucu Mpok Nori tersebut. Terlebih lagi, Anggi, sapaan akrab almarhumah, ternyata pernah keguguran sebanyak tiga kali saat menjalin rumah tangga dengan Fuad.
Fakta-fakta baru ini tertuang dalam pembahasan selengkapnya hanya di artikel ini. Simak beritanya di sini.
7 Fakta Baru Kematian Cucu Mpok Nori, Nomor 5 Menyayat Hati
1. Pernah Mengalami KDRT
Ketua RT setempat, Nurgiyanto, mengungkap bahwa Anggi pernah mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan oleh pelaku, Fuad, mantan suami siri korban.
2. Konflik Rumah Tangga Sempat Dimediasi Warga
Kasus KDRT tersebut bahkan sempat ditangani di tingkat lingkungan. Ketua RT mengaku pernah memediasi keduanya dalam pertemuan khusus guna meredam konflik.
3. Tiga Kali Keguguran
Sebelum meninggal dunia, korban diketahui mengalami keguguran sebanyak tiga kali, masing-masing di usia kandungan 3 bulan, 6 bulan, dan 8 bulan.
4. Diduga Dipicu Tekanan Psikis
Keluarga menduga keguguran berulang tersebut berkaitan dengan tekanan psikis yang dialami korban selama menjalani rumah tangga.
5. Anggi Dimakamkan di Satu Liang Lahat dengan Ayahnya
Pihak keluarga memutuskan untuk mengubur jenazah Anggi di satu liang lahat yang sama dengan sang ayah. Hal ini berkaitan dengan alasan tidak adanya makam lain.
6. Pelaku Sempat Melukai Diri Sendiri
Sekitar sebulan sebelum kejadian, pelaku dikatakan sempat mencoba mengakhiri hidup dengan melukai dirinya menggunakan senjata tajam, karena tidak terima diminta bercerai.
7. Keluarga Sempat Merasa Terancam
Aksi pelaku yang membawa senjata tajam membuat keluarga korban ketakutan. Mereka bahkan sempat melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.
Hingga kini, kasus pembunuhan Dwintha Anggary masih menjadi sorotan publik. Rangkaian fakta yang terungkap menunjukkan bahwa tragedi ini diduga tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan didahului konflik panjang dalam rumah tangga korban.










