AS Akan Terus Gempur Iran meski Perundingan Damai Berlangsung
WASHINGTON, iNews.id - Amerika Serikat (AS) tetap melanjutkan operasi militer terhadap Iran meskipun kedua pihak tengah berupaya melakukan negosiasi damai. AS-Israel melancarkan serangan terhadap Iran sejak 28 Februari atau hampir sebulan lalu. Namun hingga kini belum ada tanda-tanda konflik mereda.
Presiden AS Donald Trump mengatakan, militernya tetap melanjutkan serangan ke Iran Kamis (26/3/2026) dan waktu selanjutnya selama belum ada kesepakatan yang mengikat.
"Sementara itu, terhadap Iran, kita akan terus melakukan apa yang telah kita lakukan," kata Trump, dalam rapat kabinet, merujuk pada operasi militer, dikutip dari Sputnik.
Sementara itu terkait tambahan batas waktu 5 hari kepada Iran untuk membuka sepenuhnya blokade Selar Hormuz, Trump mengaku tidak yakin apakah bisa memaksa Iran untuk memenuhi tuntutan tersebut atau tidak. Batas waktu 5 hari akan berakhir pada Jumat (27/3/2026) yang berarti, jika tidak dipenuhi Iran, militer AS akan menyerang pembangkit listrik serta fasilitas energi Iran lainnya.
Namun pada tenggat waktu kedua ini, Trump mengindikasikan masih banyak waktu, tidak ingin terburu-buru untuk menghantam Iran.
“Kita punya banyak waktu, tahukah Anda? Ini hanya satu hari dalam ‘waktu Trump'. Satu hari, tahukah Anda apa itu? Itu seperti keabadian,” ujarnya.
Dia juga akan mendengar pengarahan dari Wakil Presiden AS JD Vance, utusan AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff, dan penasihat yang juga menantu Trump Jared.Kushner. Ketiganya akan menjadi delegasi AS dalam perundingan dengan Iran yang akan ditengahi Pakistan pada akhir pekan nanti.
“Saya belum tahu. Witkoff dan JD serta Jared akan memberi tahu saya, apakah mereka kira itu (perundingan) berjalan lancar atau tidak,” kata Trump.
Trump pada Sabtu pekan lalu memberi waktu 48 jam kepada Iran untuk membuka Selat Hormuz. Namun beberapa jam sebelum batas waktu jatuh pada Senin malam, Trump menunda keputusannya itu selama 5 hari lagi. Alasannya, saat itu Trump menilai ada perkembangan penting dalam negosiasi dengan Iran dalam mengakhiri konflik.










