Diversifikasi Bisnis, Emiten Energi Ini Perkuat Sektor EBT hingga Kecerdasan Buatan

Diversifikasi Bisnis, Emiten Energi Ini Perkuat Sektor EBT hingga Kecerdasan Buatan

Ekonomi | inews | Jum'at, 3 April 2026 - 17:54
share

JAKARTA, iNews.id - Emiten energi grup Sinar Mas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) memperkuat pengembangan energi baru terbarukan (EBT) dan infrastruktur digital, salah satunya melalui kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Hal ini sekaligus menegaskan komitmen DSSA dalam mendukung kebutuhan makro Indonesia akan transisi energi serta konektivitas digital melalui sinergi infrastruktur digital dan transisi energi yang bertanggung jawab. 

Komitmen ini diwujudkan melalui percepatan adopsi EBT, transformasi praktik pertambangan berkelanjutan, serta perluasan infrastruktur digital melalui solusi AI dan pemerataan akses informasi demi membangun masa depan Indonesia yang lebih hijau dan inklusif.

Wakil Presiden Direktur DSSA, Lokita Prasetya menuturkan, sektor energi tetap menjadi fondasi bisnis Perseroan dengan fokus pada operasional yang efisien dan berkelanjutan. Strategi ini diwujudkan melalui penguatan sustainable mining practices, mulai dari peningkatan efisiensi energi hingga pengelolaan lingkungan yang terintegrasi.

Langkah nyata ini telah diimplementasikan melalui akselerasi elektrifikasi armada operasional (EV fleets) di PT Borneo Indobara (BIB). Inisiatif tersebut tidak hanya memangkas biaya operasional, tetapi juga memelopori transisi menuju green mining di sektor pertambangan. 

Melalui adopsi teknologi ini, DSSA memastikan operasional tetap relevan dengan kebutuhan energi masa depan sekaligus secara aktif menekan emisi karbon.

“Pendekatan kami adalah menjaga keandalan pasokan energi saat ini, sekaligus secara bertahap mengembangkan sumber energi yang lebih rendah emisi sebagai bagian dari strategi jangka panjang Perseroan," ucap Lokita dalam keterangannya dikutip, Jumat (3/4/2026).

"Sejalan dengan itu, kami juga terus memperkuat operational excellence melalui penerapan praktik yang lebih hijau, efisien, dan berkelanjutan, mulai dari peningkatan efisiensi, optimalisasi penggunaan energi dan sumber daya, digitalisasi operasional, hingga pengurangan emisi dan limbah secara terukur,” tuturnya.

DSSA secara bertahap terus memperkuat portofolio EBT, khususnya pada sektor panas bumi dan tenaga surya, untuk menciptakan bauran energi yang lebih seimbang. Langkah ini menjadi strategis mengingat Indonesia memiliki sekitar 40 persen potensi panas bumi global, yang merupakan sumber baseload energi hijau paling andal dalam jangka panjang.

Komitmen ini diwujudkan melalui pengoperasian pabrik panel surya terintegrasi 1 GW di KEK Kendal serta pengembangan proyek panas bumi melalui PT DSSR Daya Mas Sakti. Dengan total potensi mencapai 440 MW, perusahaan kini tengah mengakselerasi eksplorasi di enam wilayah strategis, mulai dari Cisolok dan Cipanas di Jawa Barat, hingga Sumatera, Flores, dan Sulawesi Tengah. 

Untuk memperkuat kapabilitas teknis dan operasional, DSSA juga menjalin kemitraan strategis dengan PT FirstGen Geothermal Indonesia yang merupakan anak usaha Energy Development Corporation (EDC).

Selain itu, DSSA juga memperkuat bisnis di sektor infrastruktur digital dan teknologi seiring pertumbuhan ekonomi digital. Langkah tersebut diperkuat melalui kemitraan dengan iFLYTEK untuk mengakselerasi transformasi digital berbasis AI di Indonesia, termasuk pengembangan berbagai solusi AI (AI use-case) dan kapabilitas analitik berbasis LLM (Large Language Model) SPARK. 

CEO PT DSST Mas Gemilang, Marlo Budiman menuturkan, sinergi ini dirancang untuk menghadirkan ekosistem digital yang lebih cerdas dan efisien di berbagai sektor industri terutama di Kesehatan (healthcare), Pendidikan (Education) dan Telekomunikasi dan Digital Infrastruktur.

“Pertumbuhan kebutuhan data dan konektivitas menjadi pendorong utama pengembangan bisnis digital kami. Kami melihat peluang besar untuk mendorong pemerataan penetrasi digital dengan menjawab kesenjangan yang ada, sekaligus menghadirkan solusi berbasis AI yang mudah diakses,” ujar Marlo.

Saat ini, DSSA juga mengoperasikan jaringan fiber optic sekitar 57.000 km, dengan lebih dari 9 juta homepass dan sekitar 1 juta pelanggan broadband melalui MyRepublic Indonesia. Skala ini menjadi fondasi untuk memperluas akses digital di berbagai wilayah.
 
Untuk menangkap peluang tersebut, DSSA menjalankan berbagai inisiatif strategis, termasuk penguatan jaringan fiber melalui Moratelindo, pengembangan data center, serta eksplorasi teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI).

Topik Menarik