Rahasia Terbongkar! Alessandro Del Piero Dijuluki Sniper di Juventus, Kenapa?

Rahasia Terbongkar! Alessandro Del Piero Dijuluki Sniper di Juventus, Kenapa?

Olahraga | inews | Senin, 6 April 2026 - 17:00
share

MILAN, iNews.id - Mantan kiper Juventus, Arsenal, dan Liverpool, Alex Manninger, mengungkap kehebatan Alessandro Del Piero yang ia sebut sebagai “sniper” selama bermain di Juventus. Dia juga berbagi pengalaman kariernya bersama Buffon, Wenger, Conte, dan Klopp.

Manninger memulai perjalanan profesionalnya di Arsenal di bawah Arsene Wenger saat berusia 20 tahun.

“Masih menegangkan memikirkannya. Wenger ingin membangun dimensi internasional dan fokus pada pemain muda. Saya salah satunya,” katanya dikutip dari Football Italia.

Ia menyoroti Tony Adams sebagai mentor penting yang membantunya tetap tenang di bawah mistar. Namun, Manninger menyesali keputusannya meninggalkan Arsenal terlalu cepat.

“Saya hanya menyesal pergi terlalu cepat, tapi saya ingin bermain,” tambahnya.

Perjalanan ke Serie A bersama Fiorentina ternyata menjadi langkah yang sulit.

“Itu keputusan salah. Klub hampir bangkrut, kami tak digaji berbulan-bulan, dan Mancini sering bilang ‘siapa tahu kita latihan besok’. Segalanya bisa gagal kapan saja,” kenangnya.

Di Italia, Manninger juga membela Torino, Bologna, dan menjadi kiper utama saat dipinjam ke Siena.

“Siena sungguh damai. Mereka memperlakukan saya seperti raja. Enrico Chiesa juga sangat membantu di awal,” ujarnya.

Di Juventus, Manninger menjadi cadangan Gigi Buffon dan bermain bersama Del Piero, yang ia sebut sebagai sniper legendaris.

“Del Piero luar biasa. Dia seperti sniper di penalti dan tendangan bebas. Kami sering menantang satu sama lain di latihan, dan setiap momen penuh tantangan dan tawa,” kata Manninger.

Manninger menambahkan pujian untuk Buffon. “Dia fantastis. Tenangnya membuat saya tak meragukan kebesarannya. Bermain bersamanya dan untuk Juventus membuat saya merasa karier saya lengkap.”

Ia juga berbagi pengalaman bekerja di bawah Antonio Conte dan Jurgen Klopp. “Conte menghargai cara saya bekerja dan ingin merekrut saya sejak di Siena. Klopp menelepon setelah saya kalahkan Dortmund dengan Augsburg. Meski tak bermain di Liverpool, mengucapkan selamat tinggal di depan Kop luar biasa,” ujarnya.

Topik Menarik