Jalur Tengah Lumpuh Imbas KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu Brebes, KAI Minta Maaf
BREBES, iNews.id – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 5 Purwokerto mengonfirmasi perjalanan kereta api di jalur tengah Jawa Tengah mengalami gangguan total, baik untuk jalur hulu maupun hilir.
Hal itu terjadi menyusul insiden Kereta Api (KA) Bangunkarta relasi Jombang–Pasar Senen anjlok di emplasemen Stasiun Bumiayu, tepatnya di Desa Talok, Kecamatan Bumiayu, Senin (6/4/2026). Di lokasi kejadian, hingga kini belum dapat dilalui oleh rangkaian kereta lainnya.
"Terjadi anjlokan KA Bangunkarta rute Jombang-Pasarsenen di emplasemen Stasiun Bumiayu. Hal ini menyebabkan jalur hulu dan hilir belum dapat dilalui, dan berdampak pada keterlambatan perjalanan KA-KA lain yang melintasi jalur tersebut," tulis keterangan resmi KAI, Senin (6/4/2026).
Peristiwa anjloknya KA 161 Bangunkarta ini terjadi sekitar pukul 12.00 WIB, hanya berjarak 500 meter sebelum memasuki Stasiun Bumiayu. Berdasarkan pantauan di lapangan, tiga gerbong tepat di belakang lokomotif diduga keluar dari jalur rel.
Api Perang yang Membakar Kemanusiaan
Sontak, kejadian ini membuat ratusan penumpang yang berada di dalam gerbong panik. Mereka terpaksa turun dari kereta untuk menyelamatkan diri dan membawa barang bawaan mereka menjauh dari lokasi anjlokan.
Hingga Senin sore, petugas dari unit terkait PT KAI masih terus berjibaku melakukan proses evakuasi. Petugas menggunakan peralatan dongkrak khusus untuk mengangkat gerbong yang keluar rel agar kembali ke jalurnya (normalisasi).
Meski kerusakan fisik pada gerbong terlihat cukup serius, PT KAI memastikan tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden ini. Seluruh pelanggan KA Bangunkarta dinyatakan selamat dan dalam pengawasan petugas.
Pihak KAI menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para penumpang, baik penumpang KA Bangunkarta maupun penumpang kereta api lain yang perjalanannya terhambat.
"KAI menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan dan gangguan perjalanan yang terjadi. Kami akan memastikan keselamatan semua pelanggan dan segera menormalkan jalur agar perjalanan kembali lancar," tutup pernyataan tersebut.
Hingga saat ini, penyebab pasti anjloknya kereta masih dalam tahap investigasi oleh pihak berwenang. Lokasi kejadian pun masih dipadati warga sekitar yang ingin melihat langsung proses evakuasi gerbong raksasa tersebut.










