Pramono Tingkatkan Kapasitas Pompa Ancol Jadi 40.000 Liter per Detik untuk Atasi Banjir

Pramono Tingkatkan Kapasitas Pompa Ancol Jadi 40.000 Liter per Detik untuk Atasi Banjir

Terkini | inews | Selasa, 7 April 2026 - 19:29
share

JAKARTA, iNews.id - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menargetkan kapasitas pompa di kawasan Ancol, Jakarta Utara meningkat menjadi 40.000 liter per detik. Hal ini dilakukan untuk memperkuat pengendalian banjir di wilayah pesisir tersebut. 

Hal ini disampaikan Pramono saat meninjau Gedung Pompa Ancol, Selasa (7/4/2026). Peninjauan ini dilakukan di tengah kondisi kawasan Ancol, Pademangan Barat, dan Pademangan Timur yang selama ini dikenal rawan genangan. 

Secara teknis, aliran air dari wilayah Pademangan dan Kemayoran mengalir ke Kali Ancol sebelum dipompa ke laut. Namun, beban aliran bertambah karena sebagian debit dari Kali Ciliwung melalui Gunung Sahari juga masuk ke sistem tersebut.

Pramono menerangkan, saat ini sistem pompa di Ancol terbagi menjadi dua, yakni yang dikelola pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan yang dikelola Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Di sistem tata air pompa Ancol ini, sebenarnya ada dua pompa. Satu pompa yang dikelola oleh pemerintah pusat, oleh Kementerian PU, dan satu pompa yang dikelola oleh pemerintah DKI Jakarta. Di pemerintah pusat, di PU, kebetulan pada saat perencanaan, peresmian, dan sebagainya, saya ikut terlibat, kurang lebih 40 meter kubik, artinya 40.000 liter per detik," ucap Pramono.

Sementara itu, kapasitas pompa yang dikelola Pemprov DKI saat ini masih berada di angka 15.000 liter per detik. Ke depan, kapasitas tersebut akan ditingkatkan melalui penambahan unit pompa baru.

"Sedangkan di tempat ini, sekarang ini, kapasitasnya adalah 15.000. Maka di sini akan menjadi 40.000 liter per detik," tuturnya.

Dengan peningkatan tersebut, Pramono menyebut kawasan tangkapan air seluas kurang lebih 2.000 hektare akan mendapat manfaat dalam pengendalian banjir.

"Sehingga secara signifikan itu akan menjadi bermanfaat untuk mengatasi persoalan banjir yang selama ini terjadi di daerah Ancol dan sekitarnya," ujarnya.

Selain peningkatan kapasitas pompa, Pemprov DKI juga bersiap menghadapi musim kemarau panjang yang diprediksi terjadi akibat fenomena El Nino mulai pertengahan April hingga September 2026.

"Maka saya meminta kepada jajaran sumber daya air untuk merawat pompa-pompa yang ada, mempersiapkan untuk nanti pada bulan September dan sebagainya, termasuk kemudian melanjutkan normalisasi sungai yang sudah diputuskan, yaitu Ciliwung, Krukut Lama, Cakung Lama, dan Krukut," kata dia.

Dia menambahkan, terdapat empat sungai yang menjadi fokus normalisasi. Hal ini merupakan salah satu upaya jangka panjang penanganan banjir di Jakarta.

"Jadi ada empat yang kita lakukan. Mudah-mudahan ini menjadi basic dasar untuk melakukan pembenahan, persiapan menghadapi banjir di Jakarta," tuturnya.

Topik Menarik