Manajemen Gibran End Game Klaim Disodori Rp300 Juta, Diminta Jangan ke Solo dan UGM

Manajemen Gibran End Game Klaim Disodori Rp300 Juta, Diminta Jangan ke Solo dan UGM

Terkini | inews | Selasa, 7 April 2026 - 23:03
share

JAKARTA, iNews.id - Manajemen Buku Gibran End Game, Arif Ikhsan mengaku sempat ditawari uang sebesar Rp300 juta hingga Rp350 juta agar rombongan yang tergabung dalam Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) membatalkan kunjungan ke Solo, Jawa Tengah, dan Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Dia menyebut peristiwa itu terjadi pada 12 April 2025 lalu.

Agenda ke Solo tersebut bertujuan menyambangi kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terkait isu ijazah palsu.

"Jam 12 malam ada yang telepon minta untuk dibatalkan kunjungan ke Solo dan ke UGM," kata Arif dalam program Rakyat Bersuara bertajuk 'Uang Rp50 Miliar di Kasus Ijazah?' yang disiarkan iNews, Selasa (7/4/2026).

"Malam itu saya ditawarkan Rp300 juta untuk jangan berangkat ke Solo," imbuhnya. 

Arif mengaku tak mengetahui siapa sosok yang menghubunginya malam itu. Dia pun dengan tegas menolak tawaran itu.

"Saya enggak tahu (itu siapa yang telepon), dia cuma ngomong itu kalau bisa jangan berangkat ke sana. Saya bilang enggak bisa," kata dia.

Diketahui, rombongan TPUA sempat mendatangi UGM pada Selasa 15 April 2025. Saat itu, beberapa orang yang mewakili TPUA yakni Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar, dan Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa diterima berdialog dengan pihak dari UGM.

Sehari setelahnya atau 16 April 2026, belasan orang yang tergabung dalam TPUA mendatangi kediaman Jokowi di Jalan Kutai Utara, Solo. 

Topik Menarik