Pemerintah Tak Naikkan Harga BBM Subsidi, Purbaya: Arahan Pak Presiden

Pemerintah Tak Naikkan Harga BBM Subsidi, Purbaya: Arahan Pak Presiden

Terkini | inews | Selasa, 7 April 2026 - 16:47
share

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kebijakan tak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan tersebut dilaksanakan oleh semua kementerian.

Purbaya menyebutkan, tugasnya adalah menerjemahkan arahan Presiden ke dalam perhitungan fiskal yang matang dengan mempertimbangkan aspek sosial dan ekonomi di tengah fluktuasi harga energi global.

"Tapi saya tekankan di sini, itu bukan kerjaan saya sendiri. Itu kerjaan gabungan kementerian yang lain juga. Yang lebih penting lagi, itu semua dikerjakan setelah mendapat arahan dari Pak Presiden," ujar Purbaya kepada media di Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Eks Ketua DK LPS ini menekankan pentingnya koordinasi di bawah kepemimpinan kepala negara. Ia mengakui bahwa terkadang peran sentral Prabowo dalam pengambilan kebijakan teknis jarang terekspos ke publik.

"Jadi saya sering lupa bilang itu. Waktu pertama kan saya bilang dulu kan bahwa apa yang saya kerjakan itu sudah mendapat dalam kementerian. Jadi saya itu cuma tangannya Presiden saja. Tapi kadang-kadang kita nggak ngomong itu," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia memaparkan proses di balik layar sebelum kebijakan tersebut ditetapkan adalah Kementerian Keuangan secara intensif melakukan simulasi dampak ekonomi berdasarkan berbagai tingkat harga minyak mentah dunia, mulai dari 80 hingga 100 dolar AS per barel. Data tersebut yang kemudian disodorkan kepada Prabowo sebagai bahan pertimbangan.

"Jadi kebijakan (tidak menaikkan BBM) kemarin itu semuanya sudah mendapat arahan. Jadi kadang-kadang kita menjalankan saja. Kadang-kadang kalau ditanya kita kasih opsi," sambung Purbaya.

Proses dialog antara tim ekonomi dan Prabowo dilakukan secara bertahap melalui serangkaian rapat koordinasi guna memastikan ketahanan APBN tetap terjaga meskipun harga minyak melonjak.

"Jadi waktu misalnya BBM kemarin, Presiden nanya gini. Gimana dampaknya? Oke Pak, saya hitung dulu. Dia bilang oke kami hitung. Meeting berikutnya kita buat hitungannya. Harga 80 dolar AS per barel gimana? Segini. Harga 90? segini. Harga 100? segini," kata Purbaya.

Topik Menarik