Rutin Ejakulasi Bikin Sperma Sehat atau Encer? Ini Faktanya

Rutin Ejakulasi Bikin Sperma Sehat atau Encer? Ini Faktanya

Gaya Hidup | inews | Rabu, 8 April 2026 - 01:15
share

JAKARTA, iNews.id - Sebuah hasil penelitian baru-baru ini mengejutkan publik. Bukan tanpa alasan, hasil studi menyebutkan aktivitas ejakulasi ternyata bisa membuat sperma lebih segar, berkualitas dan meningkatkan kesuburan.

Hal itu berlawanan dengan mitos di mana terlalu sering melakukan ejakulasi dalam kurun waktu dekat kurang baik bagi kesehatan sperma dan kelamin.

Hasil penelitian itu dipublikasi Jurnal Translational Andrology and Urology Volume 15 Nomor 2 pada 28 Februari 2026. Mengutip dari jurnal tersebut, orang dengan masa pantang ejakulasi atau sederhananya tidak melakukan ejakulasi rutin selama lebih dari empat hingga tujuh hari akan membuat volume semen dalam sperma semakin banyak dan membuat sperma menumpuk atau mengendap.

Hal itu dapat menyebabkan penurunan motilitas atau gerak sperma dan meningkatkan risiko kerusakan DNA. Sederhananya adalah walaupun jumlah sperma yang dihasilkan lebih banyak, namun kualitas sperma tersebut justru rendah.

“Pantang berhubungan seksual dalam jangka waktu lama (≥4 hingga 7 hari) meningkatkan volume semen dan jumlah sperma, tetapi dikaitkan dengan penurunan motilitas dan fragmentasi DNA yang lebih tinggi,” demikian hasil penelitian dari jurnal tersebut, dikutip Selasa (7/6/2026).

Sementara, orang dengan masa pantang ejakulasi atau tidak melakukan ejakulasi rutin lebih pendek yaitu selama kurang dari dua hari justru membuat kualitas sperma lebih segar dan meminimalisir kerusakan DNA. Bahkan hal itu dianjurkan bagi pria dalam masa kesuburan.

Di satu sisi, ejakulasi yang dilakukan setiap satu sampai dua hari sekali juga sangat dianjurkan bagi pasangan yang sedang menjalani program kehamilan. Bahkan melakukan ejakulasi dalam frekuensi lebih pendek bisa meningkatkan kehamilan lebih baik.

Hal itu berlaku saat proses tersebut dilakukan secara alami maupun bantuan medis seperti IUI atau IVF yang merupakan teknologi untuk membantu masalah kesuburan.

Dilansir dari National Library of Medicine, pria yang cukup rutin melakukan ejakulasi juga memiliki kemungkinan kecil terkena kanker prostat. Sebaliknya, pria yang jarang melakukan ejakulasi cukup besar kemungkinan terkena kanker prostat.

Hal tersebut berdasarkan penelitian frekuensi ejakulasi yang dilakukan terhadap pria berusia muda kisaran 20 hingga 29 tahun dan usia matang kisaran 40 hingga 49 tahun terhadap risiko terkena kanker prostat.

Penelitian yang melibatkan 3.839 pria terdiagnosis kanker prostat itu menunjukkan frekuensi ejakulasi lebih dari 21 kali dalam satu bulan bisa memperkecil kemungkinan terkena kanker prostat. Sementara frekuensi ejakulasi empat sampai tujuh kali per bulan justru memiliki kemungkinan besar terkena kanker prostat.

Meski demikian, resiko tersebut akan menurun sebesar 19 persen pada usia 20 hingga 29 tahun dan 22 persen pada usia 40 hingga 49 tahun dengan rasio 0,81 dan dan 0,78.

Topik Menarik