Biaya Haji Berpotensi Naik Imbas Perang, Menhaj Upayakan Tak Bebani Jemaah

Biaya Haji Berpotensi Naik Imbas Perang, Menhaj Upayakan Tak Bebani Jemaah

Terkini | inews | Rabu, 8 April 2026 - 12:54
share

JAKARTA, iNews.id - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf mengungkap keinginan Presiden Prabowo Subianto agar jemaah haji tak dibebankan biaya tambahan jika penyelenggaraan ibadah haji terjadi lonjakan. Kenaikan tersebut imbas perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran yang telah berlangsung beberapa waktu.

Hal ini disampaikan pria yang akrab disapa Gus Irfan dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026). Gus Irfan mengatakan, pihaknya telah membicarakan kemungkinan adanya penambahan biaya haji tahun ini.

"Intinya presiden Prabowo berharap apapun yang terjadi, kenaikan-kenaikan, jika terjadi kenaikan, beliau minta jangan dibebankan kepada jemaah haji kita," kata Gus Irfan.

Dia menegaskan, hal ini menjadi komitmen Presiden Prabowo agar jemaah tak dibebankan biaya tambahan. Gus Irfan mengaku telah menghitung kebutuhan biaya yang dibutuhkan.

"Itu adalah komitmen dari Presiden Prabowo yang sudah dimintakan untuk kami dan tim untuk mendalami dan menghitung berapa sebenarnya kebutuhan yang dibutuhkan," tuturnya.

Sebelumnya, Gus Irfan mengakui perang di Timur Tengah turut memicu kenaikan bahan bakar minyak (BBM) yang menjadi tantangan bagi pemerintah dalam mempersiapkan pelaksanaan ibadah haji.

"Kami juga menyadari bahwa situasi peperangan ini juga menyebabkan berbagai kendala di lapangan, termasuk dan terutama terkait dengan kenaikan biaya bahan bakar yang melonjak hampir dua kali lipat bahkan lebih, sehingga ini juga menjadi hal-hal yang menyulitkan," katanya usai bertemu Duta Besar (Dubes) Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal bin Abdullah Al-Amudi di kantornya, Selasa (7/4/2026).

Topik Menarik