Ikke Nurjanah Kaget Royalti Dangdut Turun Drastis dari Rp1,5 Miliar Jadi Rp25 Juta

Ikke Nurjanah Kaget Royalti Dangdut Turun Drastis dari Rp1,5 Miliar Jadi Rp25 Juta

Gaya Hidup | inews | Rabu, 8 April 2026 - 19:58
share

DEPOK, iNews.id - Pedangdut senior Ikke Nurjanah angkat suara terkait menurunnya besaran royalti yang diterima Anugrah Royalti Dangdut Indonesia (ARDI). Dari sebelumnya mencapai Rp1,5 miliar, kini royalti yang diterima ARDI pada periode pertama 2025 hanya Rp25 juta.

Ikke yang juga menjabat sebagai Ketua ARDI mengaku terkejut dengan penurunan angka tersebut. Dia menilai jumlah yang diterima jauh berbeda dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

"Untuk periode pertama, Januari sampai dengan Juni (2025) kami diinformasikan mendapatkan Rp25 juta dari total Rp6 miliar yang didapat oleh LMKN sebagai hasil penarikan," kata Ikke di Soneta Record, Depok, Jawa Barat, belum lama ini.

"Angka Rp25 juta itu membuat kami sangat terkejut, karena sebelumnya kami di ARDI mendapatkan Rp1,5 miliar di tahun lalu," ujarnya.

Penurunan royalti yang signifikan itu membuat Ikke bersama anggota ARDI mempertanyakan dasar perhitungan yang digunakan oleh Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN). Dia menilai pihaknya tidak dilibatkan dalam proses penentuan distribusi royalti tersebut.

"Jika sekarang hanya Rp25 juta, bagaimana prosesnya, kami tidak tahu. Bagaimana kami mempertanggungjawabkan hal ini kepada anggota?" kata Ikke.

"Itu menjadi poin besar karena kami tidak dilibatkan dalam proses, sehingga angka distribusi ini muncul sebesar Rp25 juta di pertengahan tahun," ucapnya.

Ikke menilai persoalan transparansi menjadi hal yang sangat penting dalam pengelolaan royalti. Dia berharap LMKN dapat memberikan penjelasan terbuka terkait skema pembagian tersebut.

"Masalah transparansi juga menjadi catatan. Kami belum mendapatkan transparansi tersebut. Kami ingin berprasangka baik, mungkin mereka akan memberi penjelasan, tapi ini sudah masuk tahun 2025 dan belum ada sama sekali, serta kami tidak pernah diajak berdiskusi," kata Ikke.

Lebih lanjut, Ikke mengungkapkan ARDI telah menyampaikan sikap resmi terkait besaran royalti tersebut. Mereka bahkan telah mengirimkan surat penolakan kepada LMKN. "Rp25 juta itu kami melakukan surat penolakan," ujar dia.

Ikke juga mengaku sebelumnya sudah mencoba membuka komunikasi secara langsung dengan pihak LMKN untuk mencari solusi bersama. Namun hingga kini, upaya tersebut belum membuahkan hasil yang jelas.

"Makanya sampai sekarang kita juga ini maunya gimana ya? Dan setiap habis bertemu, kita ajak ngobrol, kita kasih masukan atau saling koreksi, tapi enggak ada kelanjutannya," kata Ikke.

"Jadi hanya sebatas verbal, tapi secara teknis tidak pernah ada pembahasan lanjutan. Pokoknya keputusannya begini, terima," ucapnya.

Di akhir pernyataannya, Ikke berharap persoalan ini dapat segera mendapat respons dari LMKN. Dia menegaskan pihaknya terbuka untuk berdialog agar polemik terkait royalti tersebut dapat diselesaikan dengan baik.

"Padahal kita sangat terbuka karena tidak ingin ribut. Uangnya ada, datanya ada, kita juga ada, ya ngobrol lah. Kenapa jadi kita di sana, kamu di sini," kata Ikke.

Topik Menarik