Fakta Mengejutkan! Paparan Timbal Berlebihan pada Cat Rumah Bisa Ganggu Otak Anak
JAKARTA, iNews.id – Ancaman tersembunyi mengintai anak-anak Indonesia. Tanpa disadari, paparan timbal kini menjadi masalah serius setelah Laporan Surveilans Nasional mengungkap fakta mengejutkan bahwa 1 dari 7 anak memiliki kadar timbal dalam darah melebihi ambang aman 5 µg/dL.
Hal yang lebih mengkhawatirkan, sumber paparan logam berat ini justru banyak ditemukan di lingkungan sehari-hari. Mulai dari cat rumah yang mengelupas, debu, hingga tanah yang terkontaminasi.
Ahli Kimia dan Guru Besar Departemen Kimia FMIPA Universitas Indonesia, Prof Yuni Krisyuningsih Krisnandi, menjelaskan, timbal merupakan logam yang umum digunakan di berbagai sektor industri karena sifatnya yang stabil dan tahan korosi. Namun, risiko kesehatannya tidak bisa dianggap sepele.
"Cat sebenarnya tidak berbahaya. Namun, kadar timbal yang tinggi dapat meningkatkan risiko kesehatan jangka panjang," ujarnya dalam diskusi media yang diselenggarakan oleh Forum NGOBRAS di Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Masalahnya, paparan timbal sering terjadi tanpa disadari. Zat ini bisa masuk ke tubuh anak melalui debu yang terhirup atau benda yang terkontaminasi lalu tertelan. Setelah masuk ke aliran darah, timbal menyebar ke organ vital seperti otak, ginjal, dan tulang.
Dampak Serius Paparan Timbal bagi Kesehatan Anak
Dampak paparan timbal pada anak sangat serius. Dokter Spesialis Anak dr Reza Fahlevi mengungkapkan, timbal dapat mengganggu perkembangan otak yang sedang pesat pada usia dini.
Akibatnya, anak berisiko mengalami penurunan kecerdasan, sulit fokus, prestasi belajar menurun, hingga gangguan perilaku.
"Efeknya tidak selalu terlihat langsung, tapi bisa berdampak jangka panjang pada kemampuan belajar dan perkembangan anak," jelas dr Reza.
Tak hanya itu, paparan timbal juga berbahaya bagi orang dewasa dan ibu hamil. Pada orang dewasa, logam berat ini dikaitkan dengan penyakit ginjal hingga gangguan jantung. Sementara pada ibu hamil, timbal bisa menembus plasenta dan meningkatkan risiko keguguran, kelahiran prematur, hingga bayi lahir dengan berat badan rendah.
Yang membuatnya makin berbahaya, paparan timbal bersifat diam-diam. Tidak terjadi sekaligus dalam jumlah besar, melainkan menumpuk sedikit demi sedikit dari waktu ke waktu.
"Paparan kecil tapi berulang bisa terakumulasi dan tetap berdampak buruk bagi kesehatan," tambahnya.
Melihat kondisi ini, orang tua diminta lebih waspada terhadap lingkungan rumah. Membersihkan debu secara rutin, memastikan cat tidak mengelupas, serta menjaga anak agar tidak bermain di area yang berpotensi terkontaminasi menjadi langkah penting untuk mencegah paparan.
Ancaman timbal mungkin tak terlihat, namun dampaknya nyata. Kewaspadaan sejak dini menjadi kunci untuk melindungi masa depan anak.










