Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung Proyeksi Ekonomi Indonesia

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung Proyeksi Ekonomi Indonesia

Terkini | inews | Jum'at, 10 April 2026 - 15:50
share

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons proyeksi World Bank yang menyebut pertumbuhan ekonomi kawasan Asia Timur dan Pasifik melambat menjadi 4,2 persen pada 2026. Dia menilai perhitungan tersebut tidak akurat dan justru menimbulkan sentimen negatif terhadap Indonesia.

Purbaya menegaskan kondisi fundamental ekonomi nasional masih kuat dan kinerja ekonomi Indonesia tetap menunjukkan tren positif di tengah ketidakpastian global.

Dia menyebut proyeksi Bank Dunia kemungkinan besar dipengaruhi oleh lonjakan harga minyak akibat konflik geopolitik di Timur Tengah.

Menurut Purbaya, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan pertama 2026 diperkirakan tetap tinggi.

"Triwulan pertama saja (pertumbuhan ekonomi) mungkin 5,5, 5,6 (persen) atau lebih. Berarti World Bank itu (proyeksikan) kita mau resesi (ekonomi), turun ke bawah sekali, setelah itu kan kalau rata-ratanya ke 4,6. Saya pikir World Bank salah hitung," katanya di kantor Kementerian Keuangan, Kamis (9/4/2026).

Dia juga menilai asumsi yang digunakan World Bank bersifat sementara, terutama terkait harga minyak dunia yang fluktuatif. Purbaya bahkan menyebut proyeksi tersebut telah menciptakan sentimen negatif terhadap perekonomian nasional.

Untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, pemerintah akan terus mengoptimalkan berbagai kebijakan, terutama di sektor makroekonomi.

Purbaya menegaskan fokus utama pemerintah adalah memastikan program berjalan optimal, sistem keuangan tetap stabil, serta iklim investasi terjaga.

Diketahui, World Bank memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kawasan Asia Timur dan Pasifik melambat menjadi 4,2 persen pada 2026, dari sebelumnya 5,0 persen pada 2025.

Pelambatan tersebut dipicu oleh gejolak energi akibat konflik di Timur Tengah yang berdampak pada perdagangan global dan meningkatkan ketidakpastian ekonomi.

Bank Dunia juga mengingatkan bahwa konflik berkepanjangan berpotensi memperburuk kondisi ekonomi regional, terutama terkait tekanan inflasi akibat kenaikan harga minyak dan biaya impor energi.

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa kritik proyeksi World Bank soal ekonomi RI 2026. Dia menyebut perhitungannya salah dan picu sentimen negatif.

Topik Menarik