2.019 ASN Ikuti Pelatihan Komcad, Dapat Latihan Tembak Pakai Senjata
JAKARTA, iNews.id - Sebanyak 2.019 ASN dari 49 Kementerian/Lembaga mengikuti pelatihan komponen cadangan (Komcad). Nantinya, mereka mendapat latihan tembak pakai senjata dan disiplin militer.
Kepala Badan Cadangan Nasional, Letjen TNI Gabriel Lema menjelaskan mereka yang mengikuti pelatihan ini sebelumnya telah dinyatakan lulus seleksi administrasi dan kesehatan. Selanjutnya mereka akan dikirim keenam lembaga yang telah ditentukan.
"Diberangkatkan keenam Lemdik yang sudah disiapkan oleh Kemhan dan jajaran TNI," ucap Gabriel usai upacara pelepasan Komcad di Monas, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026).
Ia menjelaskan bahwa konsep dalam pertahanan negara pada dasarnya dilandasi oleh jiwa bela negara yang harus dimiliki seluruh anak bangsa. Apalagi anak bangsa yang telah mempunyai kemandirian hidup yang jelas seperti para ASN.
Menurutnya, ASN merupakan bagian dari potensi besar dalam sistem pertahanan negara.
"Sehingga dalam kondisi apa pun, baik itu negara dalam kondisi yang aman, damai, ataupun dalam kondisi tertentu, ini secara bersama jiwa bela negara yang mendasar ini sudah dalam satu frekuensi, walaupun dengan porsi tanggung jawab profesi berbeda. Ini yang paling utama," sambungnya.
Terkait materi yang akan diberikan, ia menjelaskan, bahwa secara basic Kementerian Pertahanan (Kemhan) dalam pembentukan Komcad telah memiliki perangkat dan kurikulum yang jelas melalui Latihan Dasar Militer (Latsarmil).
Konsep yang dibangun menurutnya cukup sederhana, seperti membangun kepedulian hingga pembentukan jiwa korsa.
"Kemudian dalam rangka untuk memantapkan jiwa disiplin, kita tahu dalam pelaksanaan pendidikan nanti latihan, sederhana bagaimana mereka dengan suatu kurikulum yang sudah ditata dari waktu ke waktu, ini menuntut disiplin waktu, disiplin kegiatan," sambungnya.
Ia menambahkan materi pengetahuan dasar senjata juga akan didapatkan oleh para ASN selama program Komcad ini. Bahkan mereka juga akan mendapatkan pelatihan menembak.
"Iya, pengetahuan dasar. Jadi kurikulum sudah diatur kaitan dengan nuansa yang bersifat militer, itu bersifat pengetahuan terbatas, ya senjata juga demikian. Karena mereka pun nanti harus melaksanakan latihan menembak terbatas," ujar dia.










