Diam-Diam, AS-Hamas Berunding Langsung Bahas Masa Depan Perdamaian Gaza

Diam-Diam, AS-Hamas Berunding Langsung Bahas Masa Depan Perdamaian Gaza

Terkini | inews | Jum'at, 17 April 2026 - 13:54
share

KAIRO, iNews.id - Amerika Serikat (AS) dan Hamas diam-diam melakukan pembicaraan langsung di Mesir. Ini merupakan pertemuan pertama sejak gencatan senjata di Jalur Gaza berlaku pada 10 Oktober 2025.

Dua sumber pejabat Hamas mengatakan, perundingan langsung itu sebagai upaya untuk menyelamatkan kesepakatan damai usulan Presiden AS Donald Trump yang masih ringkih.

Delegasi yang dipimpin penasihat senior AS Aryeh Lightstone bertemu kepala negosiator Hamas Khalil Al Hayya di Kairo pada Selasa (14/4/2026) malam. Lightstone didampingi Nickolay Mladenov, perwakilan Dewan Perdamaian Gaza yang dibentuk Prsiden Donald Trump.

Pada kesempatan itu, Al Hayya mengatakan kepada Lightstone, perlunya mendesak Israel untuk melaksanakan sepenuhnya komitmen pada fase pertama perjanjian, termasuk penghentian serangan dan masuknya lebih banyak bantuan kemanusiaan. Dengan begitu kesepakatan damai bisa beralih ke fase berikutnya.

Gencatan senjata pada Oktober 2025 mengakhiri perang 2 tahun di Gaza, namun gagal menjawab pertanyaan substantif tentang masa depan wilayah kantong tersebut.

Hamas menegaskan kembali kendalinya atas sebagian Gaza yang tidak diduduki Israel, sementara militer Zionis menyerang wilayah-wilayah tertentu.

Pertemuan pada Selasa berlangsung beberapa hari setelah Lightstone bertemu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk memastikan komitmen Israel untuk sepenuhnya menerapkan persyaratannya di bawah fase pertama gencatan senjata. 

Seorang sumber pejabat AS mengatakan kepada CNN, Israel setuju untuk menerapkan persyaratan tersebut jika Hamas melucuti senjatanya.

Pertemuan antara Hamas, perwakilan Dewan Perdamaian, dan mediator internasional bertujuan untuk mencapai kesepakatan mengenai fase selanjutnya dari perjanjian gencatan senjata, meliputi perlucutan senjata Hamas, pengerahan pasukan internasional ke Gaza, serta penarikan pasukan Israel dari wilayah tersebut.

Namun, beberapa sumber mengatakan pembicaraan tersebut berulang kali terhenti karena tuntutan agar Hamas setuju untuk melucuti senjata sebelum Israel memenuhi komitmen fase pertama. Hamas dan beberapa organisasi internasional yang beroperasi di Gaza menegaskan, Israel tidak menaati komitmen dalam kesepakatan.

Topik Menarik