Viral! Guru Honorer di Kuningan Syok Namanya Tercatut Pemilik Ferrari Rp4,5 Miliar
KUNINGAN, iNews.id – Seorang guru honorer di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mendadak viral di media sosial dan dijuluki netizen sebagai CEO yang sedang menyamar. Hal ini terjadi setelah namanya tercatat sebagai pemilik mobil mewah Ferrari yang dibeli tunai seharga Rp4,5 miliar.
Bukannya bangga, pria bernama Rizal Nurdiansyah ini justru dirundung ketakutan. Pasalnya, jangankan membeli mobil mewah, untuk kebutuhan sehari-hari pun ia harus berjuang keras dengan upah honorer.
Kabar ini mencuat setelah data kepemilikan mobil sport tersebut terverifikasi di Samsat setempat. Dalam dokumen tersebut, Rizal tercatat sebagai pembeli pertama yang melunasi mobil miliaran rupiah itu secara tunai. Bahkan, faktur pembelian serta nomor BPKB atas nama dirinya sudah terbit secara resmi.
Rizal mengaku bingung berbalut takut saat mendapati namanya tiba-tiba masuk dalam daftar miliarder di sistem administrasi kendaraan.
KEK MNC Lido City dan MNC Peduli Gelar Santunan Anak Yatim dan Dhuafa di Bazar Ramadan Soekarno Park
"Untuk membeli kendaraan apapun secara tunai saya tidak sanggup, apalagi mobil mewah seharga miliaran dengan pajak tahunan yang mencapai ratusan juta. Ini sangat tidak masuk akal bagi saya," ungkap Rizal, Jumat (17/4/2026).
Di tengah kebingungannya, Rizal teringat akan sebuah kejadian ganjil beberapa waktu lalu. Ia mengaku sempat dihubungi oleh orang asing melalui telepon yang berniat meminjam kartu identitas atau KTP miliknya.
Karena merasa tidak kenal dan khawatir akan disalahgunakan, Rizal saat itu langsung memutus pembicaraan dan memblokir nomor tersebut. Namun, teror belum berhenti. Beberapa hari kemudian, nomor asing lainnya kembali menghubunginya dengan tawaran yang lebih menggiurkan.
"Penelpon itu bahkan menyebut akan memberikan imbalan Rp5 juta sebagai tanda jasa jika saya bersedia meminjamkan KTP. Tetap saya tolak, tapi ternyata nama saya tetap muncul sebagai pemilik mobil itu," ujarnya.
Hingga kini, identitas asli sang pembeli Ferrari tersebut masih menjadi misteri. Diduga kuat, ada oknum yang sengaja memalsukan atau menggunakan data pribadi Rizal tanpa izin untuk menghindari pajak progresif yang tinggi atau demi menyamarkan sumber dana (pencucian uang).
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat untuk lebih waspada dalam menjaga kerahasiaan data pribadi. Pihak berwenang diharapkan segera mengusut tuntas siapa sosok di balik pembelian mobil mewah tersebut dan mengapa harus menggunakan identitas seorang guru honorer.










